TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG 3 kilogram (Kg) bersubsidi di wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman.
Upaya optimalisasi distribusi terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas.
• LPG Langka! Warga Sambas Rela Antre Tabung Gas 3 Kg yang Datang Setiap Pekan
"Kami terus memastikan pasokan LPG 3 Kg tersedia dan disalurkan melalui jaringan resmi. Bersama agen dan pangkalan, Pertamina melakukan monitoring secara berkelanjutan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat," ujar Edi, Minggu 21 Juni 2026.
Sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pertamina telah menambah pasokan LPG 3 Kg melalui penyaluran fakultatif dan extra dropping selama Juni 2026.
Untuk wilayah Kota Pontianak, tambahan pasokan mencapai lebih dari 250 persen dari penyaluran harian normal.
Sementara itu, di Kabupaten Sambas, tambahan pasokan mencapai lebih dari 300 persen dari penyaluran harian normal.
Menurut Edi, tambahan pasokan tersebut disalurkan untuk memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok di pangkalan resmi.
Pengawasan distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait guna memastikan LPG bersubsidi tersalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
"LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Karena itu, selain memastikan ketersediaan pasokan, kami juga terus mendorong pengawasan bersama agar distribusinya tepat sasaran sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan," tambahnya.
Ke depan, Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan di lapangan guna memastikan penyaluran LPG 3 Kg berjalan sesuai peruntukannya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Secara umum, Pertamina menyatakan stok LPG 3 kg untuk Kalbar masih dalam kondisi aman dan penyaluran terus dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Beberapa faktor yang kerap menyebabkan kelangkaan LPG di daerah antara lain:
Meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama pada periode tertentu seperti hari besar keagamaan atau musim usaha rumah tangga meningkat.
Distribusi yang terlambat ke pangkalan atau wilayah terpencil akibat kendala transportasi.
Pembelian dalam jumlah besar oleh sebagian konsumen sehingga memicu antrean dan kekosongan sementara.
Penyaluran yang tidak tepat sasaran, di mana LPG subsidi 3 kg digunakan oleh kalangan yang seharusnya tidak berhak menerima subsidi.
Di Kalimantan Barat, laporan kelangkaan umumnya bersifat lokal dan sementara, terjadi di beberapa kabupaten atau kecamatan tertentu, bukan karena stok provinsi habis.
Karena itu, Pertamina bersama pemerintah daerah biasanya melakukan pemantauan distribusi dan penyaluran tambahan apabila diperlukan.
Dampak yang dirasakan masyarakat antara lain:
Harga eceran LPG 3 kg naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Antrean panjang di pangkalan.
Kesulitan bagi pelaku usaha mikro dan rumah tangga yang bergantung pada LPG subsidi.(*)