SURYA.CO.ID - Dua amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah Puasa Tasua dan Puasa Asyura.
Berdasarkan kalender masehi, Puasa Tasua (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram) tahun 1448 Hijriyah (H) diprediksi akan jatuh pada akhir bulan Juni 2026.
Berikut adalah detail jadwal, bacaan niat, serta keutamaan menjalankan kedua puasa tersebut.
Berdasarkan perhitungan penanggalan Hijriah, berikut adalah perkiraan jadwal pelaksanaan puasa sunnah di bulan Muharram 1448 H:
Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026
Catatan: Hal ini mengikuti Kalender Hijriyah Nahdlatul Ulama (NU).
Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda antara puasa umat Islam dengan kaum Yahudi. Berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Taasu u'aa-a lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa Tasua karena Allah Ta'ala."
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'Aasyuuraa-a lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta'ala."
Mengapa umat Muslim sangat dianjurkan menjalankan kedua puasa ini? Berikut adalah beberapa keutamaannya menurut hadis Nabi SAW:
1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Rasulullah SAW bersabda mengenai puasa Asyura: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
2. Bulan yang Paling Utama Setelah Ramadhan
Muharram disebut sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Puasa di bulan ini adalah yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Nabi Muhammad SAW sangat menjaga puasa Asyura. Menjelang akhir hayatnya, beliau bertekad menjalankan puasa Tasua (hari ke-9) untuk menyempurnakan amalan tersebut.
Mengingat puasa ini jatuh pada hari kerja (Kamis dan Jumat), berikut tips singkat agar ibadah maksimal:
1. Sahur dengan Nutrisi Seimbang: Pastikan asupan serat dan air putih cukup agar energi terjaga.
2. Niat Sejak Malam Hari: Meskipun niat puasa sunnah boleh dilakukan pagi hari (sebelum masuk waktu dzuhur dan belum makan/minum), melafalkannya di malam hari akan membantu kemantapan hati.
3. Amalan Lain: Perbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim, yang juga menjadi tradisi mulia di hari Asyura.