TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,5 yang mengguncang wilayah Jembrana, Bali, pada Senin dini hari (22/6/2026).
Berdasarkan data resmi dari BMKG yang dibagikan di akun X BMKG, gempa tersebut terjadi tepat pada pukul 00:17:30 WIB atau 01:17:30 WITA.
Titik koordinat gempa berada di 8,83 Lintang Selatan (LS) dan 114,29 Bujur Timur (BT).
Lokasi tersebut berjarak sekitar 63 kilometer arah Barat Daya dari Kabupaten Jembrana, Bali.
Sementara kedalaman gempa sejauh 94 kilometer di bawah permukaan laut.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan.
"Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini