TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Aktivitas Gunung Merapi terpantau masih tinggi dalam enam jam terakhir.
Dalam periode pengamatan pada Senin (22/6/2026) mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat lima kali guguran lava pijar yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih.
Jarak luncur maksimum guguran tersebut terpantau mencapai 1.800 meter.
Dalam periode yang sama, tercatat aktivitas vulkanik di dalam perut Merapi juga masih cukup tinggi.
Suplai magma masih terus berlangsung dengan ditandainya banyaknya aktivitas kegempaan.
Tercatat Gempa Guguran sebanyak 20 kali (amplitudo 2-33 mm, durasi 66,44-191,94 detik).
Kemudian Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 16 kali (amplitudo 2-32 mm, durasi 15,98-61,04 detik).
Serta Gempa Vulkanik Dangkal sebanyak 2 kali (amplitudo 6-10 mm, durasi 13,01-15,45 detik.
Sementara secara visual, kondisi gunung api terlihat jelas dengan asap kawah utama berwarna putih berintensitas tebal yang membumbung hingga 250 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan dengan angin tenang yang mengarah ke timur, serta suhu udara berkisar antara 16,8 hingga 19,5 derajat Celsius.
Baca juga: Pasien Kritis Meninggal Akibat Ambulans Terhalang Konvoi Perguruan Silat
Pihak berwenang menetapkan zona potensi bahaya yang mencakup sektor selatan-barat daya, yaitu Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi poin-poin keselamatan berikut:
Zona Larangan: Tidak melakukan aktivitas apapun di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditentukan.
Waspada Lahar: Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
Antisipasi Abu: Bersiap menghadapi potensi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Pihak otoritas terus memantau perkembangan terkini. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)