Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebanyak 43,9 persen warga Jepang mendukung usulan penurunan pajak konsumsi untuk makanan dan minuman menjadi 1 persen apabila kebijakan tersebut dapat diterapkan lebih cepat.
Angka tersebut merupakan pilihan yang paling banyak dipilih responden dibandingkan opsi lainnya terkait kebijakan pajak konsumsi yang saat ini sedang dipertimbangkan pemerintah Jepang.
Dalam survei tersebut: 43,9 persen memilih penurunan pajak konsumsi makanan menjadi 1 persen apabila dapat direalisasikan dengan cepat; 28,9 persen berpendapat tidak perlu ada pemotongan pajak dan 22,6 persen menginginkan pajak konsumsi makanan dihapus menjadi 0 persen meskipun memerlukan waktu lebih lama.
Meskipun metode pertanyaannya berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung, dukungan terhadap opsi pajak 1 persen meningkat dari 36,7 persen dalam survei bulan Mei menjadi 43,9 persen pada survei kali ini.
Baca juga: Pria Suporter Jepang Rajin Bersih-Bersih Stadion, Tapi Dikritik Perempuan di Negaranya Sendiri
Isu pajak konsumsi menjadi salah satu topik utama menjelang berbagai agenda politik nasional karena tingginya harga pangan dan meningkatnya biaya hidup masyarakat Jepang.
Survei juga menanyakan pandangan masyarakat mengenai kemungkinan pengiriman pasukan
Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz setelah tercapainya nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran.
Hasilnya: 54,7 persen menyatakan pengiriman SDF tidak diperlukan dan sisanya mendukung atau belum menentukan sikap.
Temuan ini menunjukkan mayoritas masyarakat Jepang masih berhati-hati terhadap keterlibatan militer Jepang dalam kawasan Timur Tengah.
Dukungan terhadap Kabinet Takakochi Menurun
Survei Kyodo juga menunjukkan penurunan tingkat dukungan terhadap kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Tingkat dukungan kabinet berada di angka 55,8 persen, terendah sejak pemerintahan Takaichi terbentuk.
Dibanding survei sebelumnya: Dukungan turun 5,5 poin persentase; dukungan dari kelompok usia 30 tahun ke bawah turun 13,5 poin; dukungan dari responden perempuan turun 9,2 poin sementara itu tingkat ketidakpuasan terhadap kabinet naik menjadi 27,9 persen.
Penjelasan Soal Video Kampanye Dinilai Belum Memadai
Terkait dugaan pembuatan video bernada menyerang lawan politik oleh kubu Takaichi dalam pemilihan Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), sebanyak 49,7 persen responden menilai penjelasan perdana menteri masih belum memadai.
Isu tersebut menjadi salah satu faktor yang diperkirakan memengaruhi menurunnya tingkat dukungan publik terhadap pemerintah.
Survei dilakukan melalui telepon dengan melibatkan 1.044 responden yang terdiri dari 423 pengguna telepon rumah dan 621 pengguna telepon seluler di seluruh Jepang.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com