TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi memasuki tahap akhir.
Pendaftaran telah ditutup pada Jumat, 19 Juni 2026 lalu. Sesuai jadwal, hasil seleksi SMA dan SMK Negeri akan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB besok melalui portal resmi SPMB Provinsi Riau.
Sebelum pengumuman dilakukan, sistem akan menjalankan proses rekonsiliasi untuk mengoptimalkan pemenuhan kuota pada sekolah yang masih memiliki kursi kosong.
"Kami mengimbau para calon murid dan orang tua untuk terus memantau informasi resmi melalui portal SPMB dan kanal informasi Dinas Pendidikan Provinsi Riau guna menghindari informasi yang tidak benar terkait hasil seleksi penerimaan siswa baru tahun ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, Minggu (21/6/2026).
Bagi calon siswa yang tidak lulus SMA/SMK Negeri bisa mengikuti pendaftaran melalui Jalur afirmasi SMA dan SMK Swasta.
Jalur afirmasi SMA dan SMK Swasta adalah jalur yang diperuntukkan bagi calon murid yang tidak lulus, ditolak, pendaftaran belum diverifikasi hingga batas waktu PMB Negeri selesai pada jalur/kelompok seleksi Afirmasi Satuan pendidikan Negeri dan Jalur/Kelompok seleksi lainnya.
Baca juga: Anak Tersisih dari Perangkingan SPMB, Akmal Bingung Cari Sekolah untuk Putranya
Baca juga: SPMB Tingkat SMPN 2026 di Pekanbaru, Pendaftar Jalur Domisili Harus Punya KK Terbit Minimal 1 Tahun
Pendaftaran Afirmasi SMA dan SMK Swasta hanya dapat dilakukan jika calon murid telah melakukan aktivasi akun dan melakukan pendaftaran minimal 1 kali di sekolah negeri.
Calon murid yang dinyatakan masuk dalam perangkingan pada sekolah negeri tidak akan dapat mendaftar pada jalur Afirmasi SMA dan SMK Swasta.
Proses pemilihan sekolah swasta dapat dilakukan setelah pengumuman kelulusan pemilihan sekolah negeri selesai. Persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon murid dapat dilihat di halaman informasi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Riau, hingga penutupan pendaftaran pada 19 Juni 2026, sebanyak 79.350 calon murid telah mendaftar melalui sistem SPMB.
Sementara itu, total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri di Provinsi Riau mencapai 101.455 kursi. Dengan demikian, masih terdapat ribuan kursi yang tersedia di sekolah negeri.
Pelaksanaan SPMB tahun ini diawali dengan aktivasi akun sejak 8 Juni 2026. Dari 82.550 akun yang aktif, sebanyak 79.350 calon murid menggunakan pilihan pertama, 22.683 peserta memanfaatkan pilihan kedua setelah keluar dari peringkat pilihan pertama, dan 7.055 peserta menggunakan pilihan ketiga untuk meningkatkan peluang diterima di sekolah tujuan.
Jika digabungkan dengan daya tampung SMA dan SMK swasta yang mencapai 31.428 kursi, total kapasitas pendidikan menengah di Provinsi Riau mencapai 132.883 kursi.
Erisman, sebaran peminat antar sekolah dan wilayah masih belum merata. Kota Pekanbaru dan Kota Dumai menjadi daerah dengan tingkat persaingan paling tinggi pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
Di Kota Pekanbaru misalnya, daya tampung yang tersedia sebanyak 11.611 kursi. Namun jumlah calon murid yang telah melakukan pemilihan sekolah mencapai 13.340 orang. Sementara itu, Kota Dumai mencatat 4.569 pendaftar dari kuota yang tersedia sebanyak 4.037 kursi.
"Kondisi inilah yang membuat persaingan masuk sekolah negeri di dua daerah ini menjadi lebih ketat dibandingkan daerah lain," ujarnya.
Berbeda dengan Pekanbaru dan Dumai, sejumlah kabupaten justru masih memiliki daya tampung yang cukup besar dibandingkan jumlah pendaftar. Kabupaten Kampar misalnya memiliki kuota 13.170 kursi dengan 9.642 pendaftar aktif.
Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar. Sementara Kabupaten Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari kuota 10.337 kursi.
"Kami melihat tingginya konsentrasi peminat pada sekolah-sekolah tertentu menjadi penyebab utama ketimpangan tersebut," katanya.
Akibatnya, kata Erisman, meskipun beberapa sekolah mengalami kelebihan peminat, masih terdapat sekolah negeri lain yang berpotensi belum memenuhi seluruh kuota daya tampungnya setelah proses daftar ulang selesai.
( Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)