SURYA.CO.ID - Ini lah rekam jejak Richard Muljadi, sosialita yang ditangkap tim Kejaksaan Agung (Kejagung) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, saat Richard baru kembali dari Singapura, Sabtu (20/6/2026).
Richard Muljadi ditangkap setelah menjadi buronan kasus penipuan bisnis batu bara.
Richard Muljadi ditangkap saat baru kembali dari Singapura.
Richard ditangkap oleh Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejagung bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dan Kejari Banjarmasin.
Baca juga: Siapa Heri Black? Sosok Crazy Rich Semarang yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Bea Cukai
“Saat diamankan, terdakwa Richard Arief Muljadi bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dalam keterangan tertulisnya.
Sebelum dicokok aparat, Richard Muljadi telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
Berkas perkara Terdakwa Richard Arief Muljadi telah dilimpahkan ke persidangan. Tetapi selama persidangan, yang bersangkutan tidak pernah hadir sehingga Terdakwa Richard Arief Muljadi ditetapkan masuk dalam DPO Kejati Kalsel.
"Selanjutnya, terdakwa diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk ditindaklanjuti," kata Anang.
Richard Muljadi lahir di Singapura dan tercatat berdomisili di Menteng, Jakarta Pusat
Richard Muljadi merupakan cucu wanita terkaya di Indonesia, Kartini Muljadi.
Richard Muljadi meraih gelar di bidang ekonomi dan pemasaran dari Monash University, Melbourne, Australia.
Tak main-main, Richard Muljadi juga seorang co-founder perusahaan teknologi Dua Tech Global dan direktur bisnis keluarganya, PT Mulia Graha Abadi.
Dalam akun Instagram pribadinya, @richardmuljadi, Richard Muljadi pernah memasang foto kebersamaannya dengan sang nenek.
"Nothing taste better than your grandma's home cooking," tulis Richard Muljadi dalam unggahannya pada Selasa (21/8/2018) lalu.
Dalam akun instagram pribadinya, Richard Muljadi sempat memasang foto kebersamaannya dengan Kartini Muljadi.
Dalam akun instagram pribadinya, Richard sempat memasang foto kebersamaannya dengan Kartini Muljadi (IG @richardmuljadi)
Kartini Muljadi (80) tercatat sebagai satu-satunya perempuan yang masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes Indonesia.
Dalam publikasi daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes, wanita tiga anak itu tercatat berada pada peringkat 25 dengan penghasilan 840 juta dollar AS, naik dari tahun 2009 sebesar 320 juta dollar AS.
Penghasilan pendiri firma hukum Kartini Muljadi & Rekan itu beserta keluarganya terutama berasal dari perusahaan obat Tempo Scan yang dikelola sang putra, Handojo
Mewarisi bisnis neneknya, Richard Muljadi pun menjadi pemilik perusahaan industri XINTAI - Well head & X - Mastree, Varel Drilling Bits, CORPRO SYSTEM Ltd. Coring services, Downhole Products.
Tak hanya itu, ia juga menjadi direktur di Oil Gas and Drilling Equipment Company.
Dalam Instagram pribadinya, Richard Muljadi pun tak segan menunjukkan gaya hidup mewahnya bak konglomerat
Dikutip dari Intisari, Richard Muljadi terkenal sangat suka mengoleksi jam-jam mahal dengan merek Cartier, Richard Mille, Patek Philippe dan Rolex.
Satu di antara jamnya dengan merk Richard Mille dalam edisi terbatas bahkan dia beli seharga Rp 9,2 miliar.
Sebagai sosialita, gaya hidup Richard Muljadi memang terbilang mewah
Berlibur ke luar negeri, memakai sepatu berbahan kulit buaya yang asli, dan doyan berburu di padang savana Afrika.
Richard Muljadi dan Shalvynne Chang pernah merayakan ulang tahun dua ekor anjing mereka pada tahun 2016.
Dua anjing itu dari ras French Bull Dog yang berpostur mini tapi sebenarnya adalah bulldog dengan hidung datar.
Dua ekor anjingnya bernama Coco dan Lulu dan keduanya memiliki instagram pribadi.
Bukan pesta biasa, Richard Muljadi menyelenggarakan pesta ulang tahun dua anjingnya itu di kapal pesiar yang mewah dan dekorasinya sangat meriah.
Saat anjingnya yang bernama Coco berulang tahun yang pertama, Richard Muljadi memberinya hadiah mobil Outlander Sport warna putih.
Richard Muljadi juga kerap membelikan Coco kalung rantai emas dan pakaian yang mewah.
Tak jarang Coco juga tidur beralaskan selimut dan scarf merek Hermes yang harganya selangit itu.
Nama Richard Muljadi kembali membuat kehebohan setelah mengunggah Instagram Story sedang berada di pesawat yang kosong.
Tak ada penumpang lain di pesawat itu, hanya ada Richard Muljadi dan istrinya.
Dalam keterangan yang ditulis Richard, ia rela melakukan itu karena takut tertular virus corona jika harus berada satu pesawat dengan banyak orang.
"We're super paranoid. Had to make sure no one else in this flight. We ain't flying unless its just us (Kami berdua sangat takut (corona) tidak ada penumpang lain dalam penerbangan ini hanya berdua),” jelas Richard dalam unggahan stories pertama Richard Muljadi.
Untuk mendapat penerbangan yang hanya diisi dua orang, Richard Muljadi harus memesan sebanyak mungkin kursi.
Ia mengatakan, biayanya lebih murah daripada menyewa private jet.
"After i'd book as many seats as possible it was still cheaper than chattering a PJ. Thats the trick fellas. #lifehacks," tulis Richard.
Sementara saat Kompas (grup SURYA.CO.ID) menghubungi pihak maskapai Lion Air, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan bahwa tidak ada yang melakukan carter pesawat, melainkan memesan seluruh kursi.
“Informasi, bahwa itu penerbangan penumpang berjadwal (bukan charter) no ID-6502 rute Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Senin (4/ 1/2021),” kata Danang saat ditanya wartawan.
Richard Muljadi juga sempat tertangkap basah sedang menghisap kokain oleh perwira polisi pengungkap sabu 1 ton, Kombes Pol Herry Heryawan.
Richard Muljadi ditangkap di sebuah restoran di kawasan SCBD, Rabu (22/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Penangkapan Richard ini bermula dari kecurigaan Kombes Pol Herry Heryawan kebetulan sedang berada di lokasi yang sama.
Ia ketika itu sedang menunggu di toilet sebuah restoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada dini hari tadi.
Polisi yang lebih akrab disapa Herrimen itu melihat gelagat mencurigakan dari Richard.
Sebagai anggota polisi, naluri pengungkap 1 ton sabu ini pun langsung mengecek aktivitas Richard.
Hasilnya ternyata ada sisa kokain yang ditemukan dalam toilet tersebut.
Ia kemudian langsung mengamankan Richard saat itu dan meminta bantuan anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Richard selanjutnya diserahkan ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.
Barang bukti yang disita dari Richard adalah iPhone X yang di atas layarnya terdapat sisa kokain dan juga uang 5 Dollar Singapura yang juga di atasnya terdapat sisa kokain.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lalu menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan terhadap Richard Muljadi terkait kasus kepemilikan narkoba jenis kokain.
Menurut Majelis Hakim, Richard terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan narkotika jenis kokain dan melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan menjatuhkan terdakwa dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara," ujar Ketua Majelis Hakim Krisnugroho di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/2/2019).
Dalam putusan, Majelis Hakim menetapkan pidana yang dijatuhkan kepada Richard dikurangi masa tahanan yang telah dijalani sejak September 2018 lalu.
Namun, hakim memutuskan Richard tidak perlu menjalani sisa masa penjara.
Dirinya hanya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di Jakarta Timur. (kompas.com/berbagai sumber).