SURYA.CO.ID - Kawasan Simo Kalangan, Surabaya Barat, mengalami kelumpuhan total pada Senin (22/6/2026) pagi.
Meskipun BMKG sebelumnya memprediksi cuaca wilayah Surabaya akan cerah berawan hari ini, kenyataan di lapangan justru menunjukkan hujan deras yang mengakibatkan banjir setinggi lutut orang dewasa.
Baca juga: Cuaca Surabaya Hari Ini Senin 22 Juni 2026: Prediksi BMKG Cerah Berawan Sepanjang Hari
Hujan lebat mengguyur Surabaya menyebabkan genangan air tinggi di beberapa titik vital.
Kondisi ini membuat para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terjebak dan tidak berani melintas.
Jalur dari arah Jalan Simo hingga Jalan Banyu Urip terlihat berwarna merah pekat, menandakan antrean kendaraan yang mengular panjang.
Kemacetan ini diperparah dengan adanya beberapa truk yang mogok tepat di bawah jembatan Tol Simo Gunung akibat nekat menerjang banjir.
Kondisi lumpuhnya kawasan Simo Kalangan ini banyak dilaporkan langsung oleh warga melalui media sosial.
Di aplikasi TikTok, sejumlah akun melakukan siaran langsung (live) untuk memperlihatkan kondisi terkini, salah satunya adalah akun milik Syaifuddin Z Purnomo.
Dalam laporannya, Syaifuddin menyampaikan bahwa genangan air sudah setinggi lutut dan menyebabkan banyak kendaraan terjebak.
"Karena hujan deras, Pasar Asem banjir. Kendaraan macet menunggu air surut," ujarnya dalam siaran langsung tersebut yang banyak mendapat perhatian netizen.
Syaifuddin juga menyampaikan bahwa petugas Dinas Kebakaran sudah terlihat di lokasi, namun ikut terjebak di kemacetan.
Hingga live berakhir, teelihat cuaca berangsur terang dan tidak lagi hujan, namun kondisi banjir masih belum surut.
Fenomena banjir di tengah prediksi cuaca cerah berawan ini menjadi pengingat bagi warga Surabaya untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu di luar prakiraan.
Bagi pengendara yang hendak menuju kawasan Surabaya Barat, sangat disarankan untuk menghindari jalur Simo Kalangan dan Banyu Urip untuk sementara waktu.
Gunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan parah atau risiko kendaraan mogok akibat genangan air yang masih tinggi.