Longsor Gunung Nokilalaki Meluas, Ancaman Banjir Bandang Bayangi 4 Desa di Sigi
Fadhila Amalia June 22, 2026 10:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Kondisi longsor di kawasan Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan semakin meluas pascagempa bumi mengguncang wilayah tersebut.

Titik-titik longsoran di area pegunungan itu disebut terus bertambah dengan skala yang semakin besar.

Dari informasi dihimpun TribunPalu.com, Senin (22/6/2026), salah satu area longsor terbesar diperkirakan telah mencapai sekitar 8 hektare.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Longsor Gunung di Kamarora Sigi Tutup Aliran Sungai Pascagempa M 6,7 di Sigi

Material longsoran berupa tanah, batu, dan pepohonan menumpuk di sejumlah titik dan berpotensi membentuk sumbatan alami di aliran sungai sekitar kawasan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran adanya potensi bendungan alami yang sewaktu-waktu dapat jebol jika tidak mampu menahan debit air, terutama saat curah hujan meningkat di wilayah hulu.

Jika hal tersebut terjadi, aliran banjir bandang bercampur material lumpur dikhawatirkan dapat mengancam permukiman warga di empat desa, yakni Kamarora A, Kamarora B, Kadidia, dan Desa Sopu.

Masyarakat di sekitar kaki Gunung Nokilalaki diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang terkait kondisi terkini di lapangan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Senin 22 Juni 2026, Parigi Moutong dan Morowali Diguyur Hujan Ringan

Sementara itu, desakan juga menguat agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan langkah mitigasi dan penanganan darurat guna mencegah risiko bencana yang lebih besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.