Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannnah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komunitas pengrajin disabilitas di Kota Jayapura, Papua, menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah (Pemda) setempat.
Mereka meminta Pemda lebih aktif melibatkan kaum disabilitas dalam berbagai ajang pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ruang ini dinilai krusial untuk memasarkan produk kreativitas mereka secara lebih luas.
Aspirasi tersebut disuarakan oleh Koordinator Komunitas Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Penyandang Disabilitas Blessing Papua, Daniel Wilson Uyo.
Saat ditemui Tribun-Papua.com, Daniel dan rekan-rekannya tengah memajang produk mereka dalam acara pameran UMKM dan pasar murah di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Wajib Halal Berlaku Oktober 2026, Halal Center Papua Ajak Pelaku UMKM Segera Urus Sertifikasi Gratis
Sebagai informasi, acara ini digelar untuk memeriahkan malam apresiasi pemerintah daerah berprestasi wilayah regional Papua yang berlangsung di Hotel Sunni Abepura.
Di stan pameran tersebut, aroma khas sagu bakar dan deretan produk kreatif lainnya tampak memikat perhatian pengunjung.
Daniel menjelaskan dalam pameran kali ini, komunitasnya berkolaborasi dengan beberapa komunitas disabilitas lain di Jayapura.
"Kami membuat sendiri semua produk ini. Mulai dari minyak Virgin Coconut Oil (VCO), gantungan kunci, wadah tempat kapur, obat herbal, hingga sagu bakar," ujar Daniel.
Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan sampah daur ulang untuk disulap menjadi barang bernilai ekonomis.
"Kami juga sedang menunggu teman-teman tunanetra yang rencananya akan bergabung ke sini untuk menjual kerajinan tangan berupa keset kaki hasil rajutan mereka sendiri," ujarnya.
Untuk harga, produk-produk berkualitas buatan ramah disabilitas ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 120.000 saja.
Berharap Jadi Agenda Bulanan
Keterlibatan komunitas disabilitas dalam pameran kali ini merupakan undangan langsung dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM Provinsi Papua.
Daniel pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut.
Namun, ia berharap dukungan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka.
"Saya rasa ini langkah awal yang sangat baik dari pemerintah dengan melibatkan UMKM lokal dan kaum disabilitas. Kami berharap pameran seperti ini bisa diadakan setiap bulan," tuturnya.
Baca juga: Edukasi Masyarakat soal ODHIV dan TBC, Jurnalis Jayapura Diharapkan Ramah Kelompok Rentan
Meski memiliki produk yang variatif, Daniel tidak menampik bahwa masalah pemasaran masih menjadi kerikil tajam bagi usaha mereka.
Menghadapi era digital yang serba cepat, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas (upgrading) bagi para pelaku usaha disabilitas, khususnya di bidang teknologi.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memfasilitasi ruang pameran fisik (offline), tetapi juga memberikan pelatihan pemasaran digital (digital marketing).
"Sekarang sudah era digital, jadi kami harap ada pelatihan pemasaran untuk kaum disabilitas, tidak hanya secara offline. Kalau saya pribadi sudah berjualan online, tapi komunitas lain belum," ungkap Daniel.
Ke depan, Daniel mengaku tengah membangun komunikasi intensif dengan Bapak Wali Kota Jayapura.
Harapannya, produk-produk hasil keringat komunitas disabilitas ini nantinya dapat dilirik, dibeli, dan dipasarkan secara resmi di lingkungan dinas-dinas terkait Pemkot Jayapura. (*)