PROHABA.CO, SIGLI - Hujan deras yang mengguyur kawasan Gampong Lutueng, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB menyebabkan banjir yang merendam sejumlah titik permukiman warga.
Genangan air mulai memasuki lingkungan rumah warga seiring meningkatnya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Pidie sejak pukul 16.00 WIB.
Meski hujan berhenti sekitar pukul 17.15 WIB, air yang turun dari kawasan pegunungan sempat meluap deras ke permukiman warga.
Dusun Citotok Puuk berada di dataran tinggi yang berbatasan langsung dengan pegunungan.
Kondisi geografis tersebut membuat air hujan dengan intensitas tinggi cepat mengalir ke pemukiman.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan luapan air sungai berwarna cokelat yang meluber ke badan jalan.
Arus air deras bahkan menerobos sejumlah kedai dan rumah warga, sehingga menimbulkan kepanikan.
Baca juga: Dibombardir Drone Ukraina, Rusia Alami Kelangkaan BBM, Antrean Menggular
Baca juga: TNI Bangun Kembali Balai Pengajian Yatim yang Roboh Diterjang Banjir
Warga terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar rumah dan menghindari derasnya arus.
Beberapa warga termasuk perempuan tampak melintasi genangan air di jalan utama.
Selain itu, banjir juga merendam area pertanian milik warga, menimbulkan kekhawatiran akan kerugian ekonomi.
Camat Mane, Muchtar AG, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa banjir hanya menggenangi badan jalan dan tidak sampai membuat warga mengungsi.
“Karena hujan telah berhenti, banjir juga sudah surut.
Jika hujan terus berlangsung, warga berpotensi harus mengungsi,” ujarnya.
Hingga banjir surut, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus meninggalkan rumah.
Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Angin Kencang Rusak 58 Huntara Korban Banjir di Aceh Utara, Warga Kembali Kehilangan Tempat Tinggal
Baca juga: Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Terancam Putus Akibat Abrasi Sungai di Serbajadi
Baca juga: Pasca Banjir Bandang, Jembatan Kepala Hiu Jadi Andalan Warga Peusangan Bireuen