Beredar Rumor Zelensky Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv, Fakta atau Hoaks?
Darwin Sijabat June 22, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Jagat maya mendadak gempar setelah sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan serangan udara dahsyat menghantam sebuah gedung metropolitan di Ukraina viral di media sosial pada Minggu (21/6/2026). 

Sebuah ledakan bola api raksasa disertai kepulan asap hitam pekat memicu kepanikan luar biasa.

Sejumlah akun di platform X (dahulu Twitter) mengembuskan narasi fiktif bahwa titik yang luluh lantak tersebut merupakan lokasi perlindungan aman (safe house) Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. 

Rumor liar pun beredar cepat dan mengeklaim sang presiden tewas seketika dalam serangan tersebut.

Fakta Lapangan: Zelensky Masih Hidup dan Aktif Berkegiatan

Di tengah isu kematiannya yang sengaja diembuskan sejak Sabtu (20/6/2026), media internasional justru melaporkan bahwa Zelensky tetap sehat walafiat dan menjalankan roda pemerintahan seperti biasa pada Minggu (21/6/2026).

Bahkan, pada hari yang sama, Zelensky terlibat dalam agenda diplomatik yang panas dengan mengembalikan penghargaan negara tertinggi dari Polandia. 

Baca juga: Drone 2.000 Km Ukraina Bakar Kilang Siberia, Rusia Balas Bom Kherson-Kharkiv

Baca juga: Kontruksi Tol Jambi-Palembang Terhambat, Lahan Betung Jadi Batu Sandungan

Langkah ini diambil setelah Presiden Polandia mencabut penghargaan tersebut buntut dari perselisihan sarat muatan politik mengenai sejarah Perang Dunia II di antara kedua negara tetangga.

Melalui unggahan resmi di akun X pribadinya, Zelensky mengonfirmasi pengembalian tanda kehormatan tersebut yang disertai dengan bukti foto paket pengiriman pos menuju kantor kepresidenan Polandia.

"Hari ini, saya mengirimkan penghargaan itu kembali kepada Presiden Polandia. Saya percaya masa depan akan menegaskan rasa hormat yang pantas diterima oleh warga Ukraina," tegas Zelensky.

Eskalasi Gempuran Rusia Kian Masif

Disinformasi terkait tewasnya Zelensky ini sengaja memanfaatkan momentum eskalasi militer Kremlin yang kian brutal dalam beberapa pekan terakhir melalui serangan rudal dan drone skala besar ke Kyiv dan kota-kota utama Ukraina.

Pada Sabtu (20/6/2026), Zelensky sebenarnya telah menyampaikan pidato malam yang memperingatkan warga sipil bahwa intelijen mendeteksi Rusia tengah menyiapkan gelombang serangan besar baru. 

Ia meminta seluruh masyarakat melipatgandakan kewaspadaan terhadap sirene serangan udara.

Peringatan itu terbukti dari rentetan serangan udara Rusia dalam 24 jam terakhir yang menewaskan sedikitnya enam orang di berbagai front. 

Di Zaporizhzhia, jatuhnya bom luncur Rusia merenggut lima nyawa warga sipil dan melukai sepuluh orang lainnya. 

Korban jiwa dan kerusakan infrastruktur parah juga dilaporkan meluas di wilayah Sumy, Kherson, Poltava, hingga Kharkiv.

Di sisi lain, Ukraina tidak tinggal diam dan terus meningkatkan serangan asimetris jarak jauh ke wilayah kedaulatan Rusia. 

Zelensky mengklaim armada drone bunuh diri generasi terbaru mereka telah berhasil membakar fasilitas kilang minyak rahasia Rusia di Tyumen, Siberia Barat, yang berada pada radius ekstrem lebih dari 2.000 kilometer dari garis perbatasan Ukraina.

Baca juga: Kasus Asusila di SLB Muaro Jambi Bukan yang Pertama, 2016 Lalu 9 Siswa Dilecehkan Gurunya

Baca juga: Kabarnya Siswi SLB di Muaro Jambi Jadi Korban Asusila Oknum di Sekolah

Baca juga: Sengkarut Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Tuding Roy Suryo Bias Konfirmasi

Sumber Tribun Video

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.