Belasan Tahun Berjualan, Puluhan Lapak Pedagang di Depan Stadion Kamboja Palembang Bakal Dibongkar
Odi Aria June 22, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang Jalan Mayor Santoso, 20 Ilir D. III, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, tepatnya di depan Stadion Kamboja, terpaksa menghadapi kondisi sulit setelah menerima surat peringatan pengosongan tempat usaha dari Dinas Perkimtan Kota Palembang.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (22/6/2026), sejumlah pedagang mulai membongkar lapak mereka.

Barang-barang dagangan diangkut keluar, sementara bangku pembeli ditata untuk dipindahkan. Meski demikian, sebagian pedagang masih terlihat tetap berjualan di lokasi tersebut.

Di sekitar area, aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi unjuk rasa dari para pedagang yang terdampak kebijakan penataan kawasan tersebut.

Salah satu pedagang, Rosikin, mengaku sudah berjualan di lokasi itu selama sekitar 15 tahun. Ia menyebut surat peringatan yang diterima membuat para pedagang kebingungan karena tidak disertai kejelasan solusi relokasi.

“Sudah lama sekali kami berjualan di sini. Anak-anak Universitas Tridinanti saja sudah berganti, kami masih tetap di sini,” ujarnya.

Rosikin menambahkan, surat dari pihak terkait berisi imbauan pengosongan tempat usaha karena rencana penataan kota.

Namun menurutnya, kebijakan tersebut terasa seperti penggusuran tanpa adanya kepastian tempat baru.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nina. Ia mengaku mendukung upaya pemerintah dalam penataan kota, namun berharap ada solusi konkret bagi para pelaku usaha yang terdampak.

“Kami minta kepada Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam untuk memberikan solusi tempat dagang baru, agar kami tidak kehilangan mata pencaharian,” katanya.

Nina juga berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi para pedagang karena banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Ia menyebut para pedagang sempat mempertimbangkan aksi unjuk rasa, namun memilih menunggu perkembangan situasi.

Sementara itu, seorang mahasiswa Universitas Tridinanti bernama Rangga menilai keberadaan UMKM di kawasan tersebut justru memberi dampak positif. Menurutnya, area yang sebelumnya sepi kini menjadi lebih ramai dan aman karena aktivitas pedagang yang berlangsung hingga malam hari.

“Dulu sepi, sekarang jadi ramai dan lebih hidup. Kami sering nongkrong habis kuliah di sini,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.