TRIBUN-SULBAR.COM - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah merampungkan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2026, yang berlangsung selama lima hari di Jakarta.
Kegiatan ini diikuti 228 peserta dari 38 provinsi.
Baca juga: Tampang Dua Pengedar Pil Boje di Mamuju, Sasar Pelajar SMP-SMA Dijual Rp20 Ribu per Saset
Baca juga: Dari Rak Buku ke Podium Wisuda: Pustakawan Majene Raih Lulusan Doktor Terbaik UIN Alauddin Makassar
Seleksi Paskibraka tingkat pusat, merupakan tahapan akhir untuk menjaring putra-putri terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
Ratusan ikut seleksi, termasuk dari Sulawesi barat sebanyak enam siswa siswi.
Mereka di antaranya Reyfan A. Rapa dari SMAN 1 Bambalamotu Kabupaten Pasangkayu, M. Deni Fikri dari SMAN 1 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Bimo Purnama dari SMAN 1 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Aniqa Humaira Ashari dari SMAN 1 Mamuju Kabupaten Mamuju, Katrina Deanandra dari SMAN 1 Polewali Mandar Kabupaten Polewali Mandar, serta Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Kabupaten Polewali Mandar.
BPIP telah mengumumkan nama-nama lolos.
Mewakili Sulawesi Barat, dua putera puteri asal Polewali mandar (Polman), M. Deni Fikri dari SMAN 1 Wonomulyo dan Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Kabupaten Polewali Mandar.
"Iya sudah diumumkan tadi," terang Kepala Badan Kesatuan Bangsa da Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, Senin (22/6/2026).
Darwis mengatakan, proses seleksi oleh BPIP berlangsung objektif dan transparan. "Proses melibatkan pihak terkait," ujarnya.
Darwis berharap keduanya kemampuan terbaik, jaga sikap, disiplin dan integritas selama mengikuti pelatihan sebelum bertugas di istana negara 17 Agustus 2026 mendatang.
"Mereka membawa nama baik Sulawesi Barat di tingkat nasional," ujar Darwis.
Sebab, menjadi bagian Paskibraka nasional di tingkat pusat, merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Darwis, para peserta tidak hanya membawa nama sekolah dan keluarga, tetapi juga membawa harapan masyarakat Sulawesi Barat untuk dapat berprestasi dan menjadi teladan bagi generasi muda di daerah.
Darwis menambahkan, empat siswa siswi yang tak lolos, akan ditugaskan pada upacara kemerdekaan RI di tingkat provinsi Sulawesi barat.
Sementara Ismi dan Deni Fikri rencananya menunggu undangan berangkat mengikuti diklat, pada pekan pertama atau kedua Juli.
"Keduanya sudah kembali dulu ke Polman, nanti berangkat lagi ke Jakarta bulan depan," ungkap Darwis. (*)