Negosiasi Damai Alot! Iran Ultimatum Trump yang Ancam Serang Teheran, IRGC Siagakan Kekuatan Tempur
Dharma Aji Yudhaningrat June 22, 2026 11:42 AM

- Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS untuk berhati-hati.

Peringatan dari Bagher ini menyusul ancaman dari Presiden AS Donald Trump akan kembali menyerang Iran.

Saling ancam ini memanas buntut alotnya kesepakatan damai AS dan Iran soal konflik antara Israel dan Lebanon.

"Angkatan bersenjata kami siap untuk merespons," kata Ghalibaf, yang dilansir AFP, Senin (22/6/2026).

Iran menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memperhitungkan ancaman dari AS.

IRGC justru memperingatkan AS agar berhati-hati karena pasukan Teheran siap merespons apapun tindakan dari Washington.

Diketahui, pada Minggu (21/6/2026), Trump memposting di platform Truth Social miliknya.

Yang mana isinya terkait perintah agar Iran menghentikan proksi Hizbullah agar tidak menggempur Israel.

"Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!" ucap Trump. 

Ancaman dilontarkan ketika perundingan damai antara pejabat senior Washington dan Teheran dimulai di Swiss.

Kepakatan antara AS dan Iran ini terjadi di tengah gempuran demi gempuran dilancarkan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon Selatan.

Iran juga mengecam aksi Israel.

IRGC meminta Trump mendesak Israel menghentikan perang dan mengancam akan menggagalkan kesepakatan jika Hizbullah terus digempur.

Hingga Minggu (21/6/2026) malam, belum ada kesepakatan resmi antara Iran dan Washington. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.