Bengkulu Jadi Lokasi Latihan Khusus Kopassus, Wagub Mian: Bukti Daerah Kita Strategis
Ricky Jenihansen June 22, 2026 12:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Latihan khusus yang digelar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Provinsi Bengkulu menjadi perhatian masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Danau Dendam Tak Sudah dan wilayah persawahan di Kota Bengkulu tersebut menarik antusiasme warga yang menyaksikan langsung jalannya latihan, pada Senin (22/6/2026).

Sepanjang jalan Danau Dendam Tak Sudah ini dipadati warga hingga PNS yang ingin menyaksikan aksi terjun payung itu.

Jalan menuju Danau Dendam Tak Sudah pun akhirnya diblokade untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.

Polisi hingga pihak Dishub dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas.

Apresiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan latihan pasukan elite TNI AD tersebut.

Mian menjelaskan, Gubernur Bengkulu belum dapat hadir secara langsung karena kondisi kesehatan yang kurang baik.

Namun, atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, pihaknya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kopassus, yang telah memilih Bengkulu sebagai lokasi latihan.

“Atas nama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI, khususnya Kopassus, yang telah menjadikan wilayah ini sebagai lokasi latihan. Ini menjadi pembelajaran, motivasi, sekaligus sarana memperkenalkan daerah kita kepada masyarakat luas,” ujar Mian saat diwawancarai wartawan, Senin (26/6/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Bengkulu, khususnya kawasan Danau Dendam Tak Sudah yang ke depan direncanakan akan terus dikembangkan.

“Mudah-mudahan ke depan kawasan Danau Dendam Tak Sudah dapat terus dibangun dan dikembangkan dengan dukungan pemerintah pusat sehingga menjadi destinasi wisata unggulan di Bengkulu,” katanya.

Penjelasan Komandan Grup 1 Kopassus

Sementara itu, Komandan Grup 1 Kopassus, Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurrohman, menjelaskan latihan tersebut merupakan simulasi operasi militer untuk membebaskan wilayah yang dikuasai musuh.

Ia mengatakan, latihan melibatkan personel dari Grup 1 Kopassus yang bermarkas di Serang, Banten, serta personel dari Satuan 81 Kopassus yang berkedudukan di Cijantung, Jakarta.

“Kami baru saja melaksanakan simulasi pendaratan pasukan dalam jumlah besar. Dalam skenario latihan, wilayah Bengkulu diasumsikan dikuasai kelompok musuh yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Pasukan Kopassus kemudian diterjunkan untuk merebut kembali wilayah tersebut,” jelasnya.

Menurut Nashrul, metode infiltrasi yang digunakan dalam latihan tersebut adalah infiltrasi udara melalui penerjunan pasukan menggunakan parasut.

Selain itu, pasukan juga menerapkan operasi sporadis, yakni pengerahan kekuatan besar secara cepat dan masif untuk melumpuhkan musuh serta menguasai kembali wilayah yang menjadi sasaran operasi.

Terkait pemilihan Bengkulu sebagai lokasi latihan, Nashrul menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari orientasi wilayah yang menjadi tanggung jawab satuan Kopassus, khususnya Grup 3 Kopassus yang bermarkas di Dumai.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari orientasi wilayah sekaligus pengenalan medan yang menjadi tanggung jawab satuan Kopassus di wilayah Sumatera,” ungkapnya.

Latihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah serta memperkenalkan Bengkulu sebagai wilayah yang memiliki potensi strategis dan wisata yang menarik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.