TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Megabintang sekaligus kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kini berada di ambang sejarah besar sepak bola dunia.
Pemain berjuluk La Pulga tersebut berpeluang kuat menobatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia saat Argentina bersua Austria.
Messi mengawali kiprahnya di ajang Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat luar biasa.
Pada laga perdana Grup J, Rabu (17/6/2026), pemain Inter Miami ini sukses mengukir hattrick fantastis untuk membawa Tim Tanggo menang telak 3-0 atas Aljazair.
Dalam laga kontra Aljazair tersebut, gawang yang dikawal Luca Zidane (anak kandung legenda Prancis, Zinedine Zidane) menjadi saksi kehebatan Messi yang kini telah menginjak usia 38 tahun.
Baca juga: Magis Lionel Messi Guncang Nabire, Fans Yakin Argentina Pertahankan Juara Piala Dunia 2026
Gol pertama dilesakkan Messi pada menit ke-17 lewat tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti.
Superstar dunia ini kembali mencetak gol pada menit ke-60 setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Alexis Mac Allister.
Pesta gol Argentina ditutup pada menit ke-76 lewat sepakan mendatar akurat Messi ke sudut gawang lawan, sekaligus mengunci catatan hattrick-nya malam itu.
Torehan fenomenal tersebut langsung membawa Lionel Messi menyamai rekor legendaris milik mantan penyerang Timnas Jerman, Miroslav Klose, sebagai top scorer sepanjang masa Piala Dunia dengan koleksi total 16 gol.
Butuh Satu Gol untuk Pecahkan Rekor Klose
Kini, catatan emas Miroslav Klose terancam pecah. Momen pembuktian itu akan tersaji saat Argentina menghadapi Austria pada matchday kedua Grup J.
Sesuai jadwal, duel panas ini akan digelar di Stadion Dallas pada Senin (22/6/2026) waktu setempat, atau Selasa pukul 00.00 WIB.
Lionel Messi hanya membutuhkan tambahan minimal satu gol saja untuk menumbangkan rekor abadi Klose dan resmi menjadi raja gol tunggal di panggung Piala Dunia.
Meski demikian, Messi diyakini tidak akan terlalu egois mengejar ambisi pribadi. Ia diprediksi akan tetap mengutamakan kolektivitas tim demi mengamankan tiket lolos ke babak berikutnya.
Langkah Argentina dipastikan tidak akan mudah. Austria yang kini berada di bawah asuhan pelatih taktis, Ralf Rangnick, dikenal sebagai tim yang mengusung gaya gegenpressing sangat agresif.
Baca juga: Messi Borong 3 Gol Laga Perdana Piala Dunia, Kapolda Papua Tengah Jagokan Argentina Tembus Final
Gaya bermain menekan sejak lini depan ini berpotensi merusak dan menyulitkan aliran bola cepat khas anak-anak asuh Lionel Scaloni.
Terlebih lagi, Austria juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah pada laga pertama sukses menjinakkan Yordania dengan skor meyakinkan 3-1.
Skenario Babak Selanjutnya; Jika sukses mengamankan kemenangan dan finis sebagai juara Grup J, Argentina akan menantang runner-up dari Grup H di babak 32 besar.
Di Grup H sendiri, persaingan ketat masih terjadi antara Spanyol, Arab Saudi, Uruguay, dan Tanjung Verde. (*)