TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Suasana di kolam renang Kyovan yang berlokasi di Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tampak berbeda pada Senin, 22 Juni 2026.
Objek wisata air yang biasanya menjadi salah satu pilihan rekreasi keluarga itu terlihat lengang dan jauh dari keramaian.
Hanya tampak seorang petugas penjaga kantin sekaligus tiket masuk di area depan kolam.
Baca juga: Liburan Berujung Maut: Bocah 7 Tahun Di Sambas Tewas Tenggelam di Kolam Dewasa
Beberapa remaja masih terlihat berenang di kolam dewasa, namun jumlah pengunjung sangat sedikit bahkan dapat dihitung dengan jari, tidak sampai 10 orang yang berada di lokasi.
Kondisi ini terjadi setelah insiden tragis yang menimpa seorang bocah perempuan yang diduga tenggelam di kolam tersebut pada Minggu 21 Juni 2026.
Bocah 7 tahun warga Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tewas akibat tenggelam di salah satu kolam renang Kyovan.
Garis polisi berwarna kuning masih terpasang sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Meski demikian, operasional kolam renang Kyovan masih tetap dibuka seperti biasa.
Di area tersebut terdapat dua kolam utama, yakni kolam dewasa dan kolam anak-anak.
Seorang penjaga kantin berinisial E (44), warga Lumbang, mengaku masih mengingat jelas suasana panik saat kejadian terjadi. Ia menyebut peristiwa itu berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
Baca juga: Sekda Fery Madagaskar Resmi Lepas Kontingen Sambas Berlaga di PORDA Kalbar 2026
“Saya syok lihatnya, panik lah,” ujarnya saat ditemui.
Menurut E, saat kejadian sejumlah pengunjung terlihat panik dan langsung mengevakuasi korban dari kolam dewasa.
Namun saat diangkat, korban sudah tidak menunjukkan respons meski telah berusaha ditolong.
“Tidak ada tanda gerakan, badan korban sudah diguncang, lalu keluarganya langsung membawa ke rumah sakit,” katanya.
Ia menambahkan, rombongan keluarga korban datang dari Kecamatan Paloh menggunakan mobil pikap sekitar pukul 13.00 WIB sebelum insiden terjadi.
E juga menjelaskan bahwa saat itu kondisi kolam cukup ramai karena bertepatan dengan akhir pekan, meski jumlah pengunjung tidak dapat dipastikan secara pasti karena keluar masuk area wisata.
Sebagai petugas di lapangan, ia mengaku selalu mengingatkan pengunjung, terutama orang tua, untuk mengawasi anak-anak saat berenang.
“Saya selalu bilang ke orang tua agar mengawasi anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan imbauan agar anak-anak tidak bermain di kolam dewasa demi menghindari risiko berbahaya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara bergiliran bersama petugas lain yang berkeliling area kolam.
Kolam renang Kyovan sendiri telah beroperasi sekitar enam tahun dan biasanya ramai saat akhir pekan atau musim libur panjang.
Pada hari biasa, pengunjung cenderung sepi, sementara saat libur besar jumlahnya bisa meningkat drastis sehingga pengelola menambah petugas.
Di area kolam dewasa juga telah terpasang beberapa unit CCTV.
Namun, pihak pengelola masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian terkait insiden yang terjadi.
Hingga kini, suasana di kolam renang Kyovan masih tampak sepi, dengan aktivitas pengunjung yang jauh menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.