TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Gelombang unjuk rasa puluhan loyalis mantan Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang diwarnai ketegangan verbal, Senin (22/6/2026). Massa yang menamakan diri Aksi Pati Bangkit ini meradang setelah dituding oleh warganet sebagai kelompok bayaran yang membela pelaku korupsi.
"Dukungan saya murni dari hati. Tidak dibayar," ujar Ahmad Husein, salah satu simpatisan yang hadir di lokasi kepada Tribunjateng.com, Senin (22/6/2026).
Husein yang datang mengenakan setelan jas hitam dengan pita Merah Putih terikat di kepala, berang dengan komentar miring di media sosial. Menggunakan logat Jawa yang kental, ia menyindir balik para pengkritik aksi tersebut.
"Lololo sing ngomong kok ora ngilo ki lho, jangan ada yang ngomong gitu ya, ngilo sik (yang bicara kok tidak bercermin, jangan ada yang bicara begitu ya, bercermin dulu)," cetus Husein.
Pernyataan menohok tersebut menjadi sorotan di tengah jalannya sidang lanjutan perkara dugaan kasus korupsi yang menjerat eks orang nomor satu di Kabupaten Pati itu.
Hormati Sidang Korupsi Semarang, Klaim Sudewo Tak Bersalah
Meski menggelar aksi massa di luar gedung pengadilan, Husein menegaskan bahwa gerakan ini tidak berniat mengintervensi hukum. Ia mengklaim pihak loyalis tetap menghormati seluruh proses persidangan yang sedang berjalan di Pengadilan Tipikor Semarang.
Baca juga: Teguh AMPB Heran Massa Pendukung Sudewo Gelar Aksi, Harusnya Korupsi Aib
Kendati demikian, ia bersikeras memberikan dukungan moral secara penuh karena meyakini bahwa mantan Bupati Pati, Sudewo, tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan.
Pengawalan Ketat Kepolisian
Aksi protes dan dukungan yang terus mengalir ini membuat aparat keamanan tidak mau ambil risiko. Jalannya sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Sudewo tersebut kembali mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna mengantisipasi gangguan kamtibmas.