Traffic Light Lingkar Kaliwungu Kendal Diaktifkan untuk Urai Macet, Tapi Pengendara Nekat Terobos
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sejumlah pengendara sepeda motor tak menghiraukan keberadaan traffic light baru yang telah terpasang di jalan Pantura lingkar Kaliwungu Kendal.
Di tengah arus lalu lintas pagi yang cukup sibuk, terlihat sejumlah pengendara sepeda motor tetap nekat menerobos traffic light meski rambu menunjukkan warna merah.
Seorang pengendara motor, Silvi sempat melawan arus dan ditegur oleh petugas Dinas Perhubungan.
Saat itu, dirinya melaju dari arah timur dengan melawan arus hendak berangkat kerja menuju Kawasan Industri Kendal.
Silvi lalu masuk ke jalur menuju pelabuhan Kendal mengikuti rambu traffic light dan melanjutkan perjalanannya menuju lokasi bekerja.
Baca juga: Bela Bupati Nonaktif Pati Sudewo, Ahmad Husein ke Netizen: Ngilo Sik
Silvi tak menyadari jika traffic light yang dipasang di depan akses masuk pelabuhan Kendal itu sudah difungsikan. Dia juga sempat kaget ketika lampu itu ternyata telah berfungsi.
"Biasanya kan langsung gitu aja, ternyata hari ini sudah difungsikan. Tapi beberapa waktu lalu memang sudah ada cuma belum berfungsi," imbuhnya.
Meski kaget, namun Silvi menilai keberadaan traffic light baru di Pantura lingkar Kaliwungu bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan ketika berangkat kerja.
"Karena kan banyak yang kerja di KIK, jadi kalau pagi ya harus sabar dan hati-hati," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Mohammad Eko mengatakan pemasangan traffic light baru dilakukan untuk mengurai kemacetan di jalan pantura lingkar Kaliwungu menuju KIK.
Dia menambahkan, selama ini kemacetan mengular cukup panjang di jalan pantura lingkar Kaliwungu saat pagi maupun sore hari.
"Ya memang kalau pagi sama sore itu macet karena banyak pekerja yang berangkat ke KIK. Jadi pemasangan traffic light ini diharapakan menjadi solusinya," terangnya.
Berdasarkan hasil uji coba hari pertama, Eko mendapati tumpukan kendaraan lebih banyak berasal dari arah Semarang. Tak hanya itu, Eko juga mendapati sejumlah pengendara motor nekat menerobos meski rambu merah telah menyala.
"Ada juga truk yang putar balik, padahal di situ dilarang untuk putar balik," sambungnya.
Eko menambahkan pihaknya akan melakukan evaluasi dan sosialisasi selama seminggu sebagai bahan analisis teknis penyesuaian durasi lampu merah.
Jika masih terdapat pengguna jalan yang melanggar, pihaknya tak akan segan-segan melakukan penindakan.
"Seminggu kita uji coba dulu penyesuaian, tadi memang ada beberapa yang melanggar kita beri peringatan. Nanti setelah uji coba tak diindahkan ya kita tindak," tegasnya.
Dishub pun berencana menerapkan 3 skema pengaturan durasi traffic light untuk mengurangi tingkat kepadatan kendaraan. Nantinya skema itu akan diberlakukan secara bergantian sedari pagi hingga sore.
"Di hari pertama ini ternyata yang banyak kendaraan dari arah Semarang, nah nanti kita setting lagi durasinya, kita sesuaikan,"
"Kalau sekarang itu yang dari arah Semarang 60 detik, dari arah Jakarta 50 detik dan arah ke pelabuhan 20 detik, kita akan evaluasi terus." tandasnya. (ags)