Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Gelaran Hobicon di Transmart Mataram menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda Khalifatul Nur Adila, atau yang akrab disapa Dila.
Penyanyi binaan Mandalika International Festival (MIF) ini sukses mencuri perhatian pengunjung melalui penampilannya yang memukau pada Minggu malam (21/6/2026).
Dila merupakan mahasiswa program studi D4 Anestesiologi di UIN Mataram, tampil penuh percaya diri di atas panggung. Penampilannya mencapai puncaknya saat ia bersama rekan duetnya, Bintang, menutup pertunjukan secara megah lewat lagu penuh optimisme karya orisinal MIF.
Dalam kesempatan tersebut, Dila mengungkapkan rasa bangganya dapat terus berproses dan diberikan ruang berkembang oleh manajemen MIF. Kepercayaan dirinya pun semakin tumbuh seiring banyaknya acara yang telah ia ikuti.
“Saya sudah empat kali tampil bersama MIF. Dengan lagu-lagu karya orisinal MIF, jelas saya bangga bisa berdiri di panggung ini. Saya yakin ini menambah pengalaman dan kepercayaan diri saya untuk menatap panggung internasional,” ucap Dila kepada TribunLombok.com, Senin (22/6/2026).
Rasa bangga senada juga diungkapkan oleh Bintang. Ia merasa antusias bisa membawakan lagu ciptaan MIF di hadapan para pencinta komunitas hobi yang memadati area Transmart Mataram.
“Iya, lagu yang kami bawakan merupakan ciptaan dari MIF sendiri. Bangga banget bisa bergabung sejauh ini. Setiap tampil di acara yang bahkan sampai tidak terhitung lagi jumlahnya—rasanya semakin membuat kami percaya diri,” tutur Bintang.
Kehadiran Dila, Bintang, dan talenta lainnya di ajang Hobicon merupakan bagian dari misi besar MIF untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) ke kancah global melalui pendekatan komunitas.
Direktur MIF, Sirajuddin, menekankan bahwa keterlibatan para talenta muda dalam acara komunitas seperti ini sangat penting untuk membangun jejaring, sekaligus mempromosikan potensi daerah.
“Tujuannya, kita ingin memperkenalkan para talenta MIF ini kepada seluruh masyarakat, terutama ekosistem komunitas. Tentu ini juga menjadi ajang promosi bagi kami karena dalam waktu dekat kami akan tampil di Mandalika,” ungkap Sirajuddin.
MIF sendiri merupakan sebuah gerakan kreatif eksklusif yang memadukan keindahan alam, tradisi budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo), serta modernitas pariwisata Indonesia.
Dengan mengusung tema “Mandalika Wonderful Indonesia”, festival ini terus berkomitmen membangun pariwisata NTB, khususnya kawasan ekonomi khusus Mandalika, menuju panggung dunia. Langkah tersebut diwujudkan melalui karya-karya inspiratif, seperti lagu-lagu tematik hingga parade kostum fesyen karnaval yang spektakuler.
Penampilan memukau Dila dan rekan-rekannya di Hobicon menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara talenta lokal dan manajemen kreatif yang terarah mampu menghasilkan pertunjukan berkelas internasional.
Kolaborasi ini sekaligus sukses membawa pesan kemajuan dan harmoni budaya Nusantara ke tengah generasi muda.