Alexis Mac Allister ungkap alasan Lionel Messi 'sulit untuk dijadikan panutan' dan menyebut 'tak akan ada lagi' pemain seperti GOAT Argentina
Dewi Rahayu June 22, 2026 12:50 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


Alexis Mac Allister menjelaskan mengapa Lionel Messi 'sangat sulit untuk dijadikan panutan' dan menegaskan bahwa 'tak akan ada lagi' pemain seperti sang GOAT Argentina.


Alexis Mac Allister mengungkapkan tantangan unik bermain bersama Lionel Messi, mengakui bahwa bakat alami sang penyerang legendaris begitu luar biasa hingga hampir mustahil untuk ditiru oleh orang lain. Setelah kemenangan dominan Argentina dalam laga pembuka Piala Dunia melawan Aljazair, di mana Messi mencetak hat-trick, gelandang Liverpool itu menjelaskan standar tinggi yang ditetapkan oleh sang kapten.


Keajaiban sang GOAT yang tiada tandingan


Messi terus menentang logika seiring ia mendekati penghujung kariernya, dan rekan-rekan setimnya di Argentina mengakui bahwa mereka masih dibuat kagum olehnya. Setelah kemenangan klinis 3-0 atas Aljazair di laga pembuka Piala Dunia 2026, Mac Allister merenungkan bagaimana rasanya berbagi lapangan dengan pemain yang tampak bermain di frekuensi berbeda dari semua orang lainnya.


"Saya sangat menikmati bermain bersama Leo, tidak akan ada lagi yang seperti dia," ujar Mac Allister kepada wartawan. "Sangat berbeda melihat dari dekat, hal-hal yang ia lakukan tidak normal. Dari sisi saya, saya hanya berusaha memanfaatkannya, dia sangat penting bagi kami untuk menang, dan dari sisi lain, ada rasa kagum. Sangat sulit belajar dari apa yang dia lakukan, karena meskipun kita memahami dalam pikiran, kita tidak bisa melakukannya seperti dia. Hal yang bisa saya pelajari darinya adalah nilai-nilai dan kerendahan hatinya meskipun dia adalah siapa dirinya sekarang."


Mengurai kemenangan besar atas Aljazair


Argentina memulai kampanye mereka dengan gemilang, dengan Messi mencetak hat-trick yang membuatnya sejajar sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.


Mac Allister memainkan peran penting dalam proses terciptanya gol-gol awal tersebut, memperlihatkan kecerdasan taktis yang memungkinkan bintang Inter Miami itu tampil maksimal.


Menjelaskan perannya dalam gol pertama, Mac Allister berkata: "Pada gol pertama saya berada di antara garis, saya melihat Leo berada di belakang saya. Ada pembicaraan soal bagaimana saya membiarkan bola lewat, tapi siapa pun yang pernah bermain sepak bola tahu bahwa umpan Rodrigo (De Paul) memiliki kekuatan tertentu dan saya tahu betul bahwa itu bukan untuk saya. Gol ketiga adalah permainan yang indah, dimulai dari sisi kanan, berakhir di kiri dengan umpan balik ke Leo, lalu keajaiban saat ia menempatkan bola di dekat tiang, itu salah satu hal luar biasa lain yang dilakukan Leo."


Malam pemecahan rekor di Piala Dunia


Itu menjadi malam penuh dominasi statistik bagi ikon Argentina tersebut. Selain menandai penampilan keenamnya di turnamen Piala Dunia — yang merupakan rekor — kemenangan 3-0 Argentina membuat Messi sejajar dengan Miroslav Klose sebagai pemain dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yakni 17 kemenangan.


Messi akhirnya meninggalkan lapangan pada menit ke-80 disambut tepuk tangan meriah dari seluruh stadion. Fokusnya kini beralih ke laga-laga berikutnya di babak grup, di mana La Albiceleste dijadwalkan menghadapi Austria pada 22 Juni, sebelum menutup babak pembuka melawan Yordania. Argentina bertekad menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia sejak Brasil pada tahun 1962.


Fokus pada tantangan Austria


Dengan tiga poin di tangan, Argentina kini mengalihkan perhatian ke pertandingan kedua fase grup melawan Austria di Dallas. Tim Eropa itu menawarkan tantangan fisik yang sangat berbeda dibanding Aljazair, dan Mac Allister memperingatkan bahwa sang juara dunia tidak boleh lengah jika ingin memastikan tiket ke babak gugur lebih awal.


"Kami adalah kelompok yang selalu menginginkan lebih, dan itu terlihat," ujar Mac Allister. "Sepak bola memang bergantung pada banyak hal, tetapi satu-satunya tujuan kami adalah menang. Kami menginginkan yang terbaik. Kami bisa merasakan semangat dan antusiasme orang-orang ketika Piala Dunia dimulai."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.