Demi Sekolah Impian Anak, Orang Tua Lintas Provinsi Rela Antre di Posko Pengaduan SPMB SMP Padang
Rezi Azwar June 22, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana sibuk dan padat terlihat jelas di Posko Pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang pada Senin (22/6/2026) siang.

Berdasarkan pantauan langsung reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, puluhan orang tua murid tampak memadati area pelayanan demi mengurus proses pendaftaran sekolah anak-anak mereka.

Para orang tua yang datang terlihat membawa berbagai dokumen penting, mulai dari buku rapor hingga ijazah asli milik sang anak.

Beberapa di antara mereka bahkan memilih untuk membawa serta anak-anak mereka langsung ke posko pengaduan tersebut agar bisa memantau langsung jalannya proses administrasi.

Baca juga: SPMB SMP Kota Padang 2026 Dibuka 22 Juni, Simak Jadwal, Kuota dan Syarat Pendaftarannya

Pra Pendaftaran SPMB Tingkat SMP

SPMB- Penampakan orang tua murid memadati area pelayanan di Posko Pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, demi mengurus proses pendaftaran sekolah anak-anak mereka, Senin (22/6/2026) siang.

Kedatangan para orang tua ini bertujuan untuk mengikuti proses pra-pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Proses pra-pendaftaran tatap muka ini diwajibkan bagi calon peserta didik yang berasal dari luar Kota Padang, lulusan paket A, atau tamatan sebelum tahun 2026.

Antrean yang cukup panjang tidak dapat dihindarkan, memicu kesibukan tersendiri di dalam ruangan posko pengaduan.

Baca juga: Banjir di Lubuk Begalung Padang Surut, Camat: Aktivitas Warga Kembali Normal Senin Pagi

Para orang tua tampak bahu membahu fokus mengisi lembaran formulir yang diberikan oleh pihak panitia.

Sebagian orang tua lainnya yang masih merasa kebingungan, terlihat aktif bertanya kepada petugas posko untuk memastikan langkah yang mereka ambil sudah benar.

Menariknya, mayoritas dari masyarakat yang memadati posko pengaduan pada hari Senin ini merupakan warga yang berasal dari luar wilayah Kota Padang.

Sesuai dengan informasi jadwal resmi yang tertera pada pengumuman di lokasi tahapan pra-pendaftaran bagi luar kota memang sudah berlangsung sejak tanggal 19 Juni dan akan berakhir pada 23 Juni 2026 mendatang.

Rela Tempuh Perjalanan Jauh demi Sekolah Impian

SPMB Padang dinas pendidikan 22/6/2026
SPMB- Penampakan orang tua murid memadati area pelayanan di Posko Pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, demi mengurus proses pendaftaran sekolah anak-anak mereka, Senin (22/6/2026) siang.

Salah satu orang tua murid yang ditemui di lokasi, Ifes, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Pesisir Selatan demi mendaftarkan anaknya ke salah satu SMP impian di Kota Padang.

Ia menjelaskan bahwa aturan yang berlaku mengharuskan dirinya datang langsung ke kantor Disdikbud Kota Padang untuk melakukan verifikasi berkas secara manual.

"Untuk pendaftaran luar kota memang harus ke Dinas Pendidikan langsung, tidak bisa lewat online untuk tahap pra-pendaftarannya," ujar Ifes kepada TribunPadang.com di sela-sela kesibukannya.

Sambil memegang pena, Ifes menceritakan pengalamannya yang harus mengisi beberapa lembar formulir dengan sangat teliti dan sabar.

Baginya, momen mengisi formulir pendaftaran sekolah ini mendatangkan nostalgia tersendiri yang cukup menggelitik.

"Ada beberapa formulir yang harus diisi dan harus sabar mengisinya. Rasanya serasa seperti ikut sekolah lagi," ungkap Ifes sambil tertawa renyah mengenang masa-masa sekolahnya dulu.

Kendati harus menempuh perjalanan cukup jauh dan mengantre di tengah keramaian, Ifes tetap menaruh harapan besar bagi masa depan buah hatinya.

"Semoga anak saya bisa diterima dan bisa melanjutkan sekolahnya di Padang ini," harap Ifes penuh optimisme.

Warga Asal Medan Daftarkan Anak ke SMP Negeri di Padang

Senada dengan Ifes, nasib yang sama juga dirasakan oleh Vivin, seorang orang tua murid yang berasal dari Kota Medan, Sumatra Utara.

Vivin rela melakukan perjalanan lintas provinsi demi bisa mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kota Padang.

Duduk di bangku antrean, Vivin terlihat sangat berhati-hati saat menggoreskan pena di atas lembar formulir yang ia pegang.

Ia mengaku sengaja memperlambat tempo pengisian formulir demi menghindari kesalahan fatal yang dapat merugikan sang anak.

"Saya mengisi formulirnya perlahan-lahan saja, nanti kalau salah isi kemudian takutnya malah bikin anak tidak diterima," keluh Vivin.

Menurut Vivin, situasi penuh sesak di posko pengaduan menuntut tingkat konsentrasi dan kesabaran yang tinggi dari setiap orang tua yang hadir.

"Kita memang harus lebih teliti dan sabar di sini, maklum karena banyak juga peserta lain yang mengantre untuk urusan yang sama," pungas Vivin menutup pembicaraan.

Sementara itu, untuk jalur pendaftaran online umum atau reguler bagi masyarakat lokal baru saja dimulai serentak pada hari ini, 22 Juni hingga 24 Juni 2026, melalui situs resmi psb.diknaspadang.id.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.