TRIBUNMATARAMAN.COM - Jadwal Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026 Selasa (23/6/2026) tayang Siaran Langsung TVRI.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Irak juga dapat disaksikan via TV Online Live Streaming FolaPlay dan Live Streaming MAXStream mulai pukul 04.00 WIB.
Timnas Prancis berpeluang besar mengamankan tiket ke babak 32 besar lebih cepat apabila mampu meraih kemenangan atas Irak. Sementara bagi Irak, laga ini menjadi kesempatan terakhir untuk menjaga peluang lolos setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka.
Baca juga: Terbaru! Update Klasemen Moto3 2026 Usai GP Ceko: Veda Ega Naik ke Peringkat 6
Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Senegal 3-1 pada laga pertama Grup I. Sebaliknya, Irak masih berusaha bangkit usai dihajar Norwegia dengan skor telak 1-4.
Irak Wajib Bangkit Setelah Dibantai Norwegia
Timnas Irak memang mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Singa Mesopotamia harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 1-4.
Meski kalah telak, performa Irak sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Tim asuhan Graham Arnold sempat memberikan perlawanan sengit dan mampu menyamakan kedudukan melalui gol Aymen Hussein sebelum akhirnya kehilangan kendali permainan.
Dari sisi statistik, Irak bahkan mampu menciptakan 11 tembakan sepanjang pertandingan, hanya terpaut satu tembakan dari Norwegia. Namun masalah terbesar mereka terletak pada efektivitas penyelesaian akhir.
Dari total 11 percobaan, hanya satu yang mengarah tepat ke gawang dan berbuah gol. Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di level tertinggi.
Pelatih Irak, Graham Arnold, mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berujung hukuman dari lawan.
"Beberapa kesalahan saat menghadapi pemain level Piala Dunia akan selalu dihukum. Kami harus belajar dari kesalahan tersebut. Masih ada peluang untuk finis di posisi ketiga dan tiga poin bisa sangat berarti untuk peluang lolos," kata Arnold.
Menghadapi Prancis yang memiliki kualitas individu jauh lebih tinggi dibanding Norwegia, Irak dituntut tampil lebih disiplin, solid, dan memaksimalkan setiap peluang yang didapat.
Di kubu lawan, Prancis langsung menunjukkan status mereka sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026.
Saat menghadapi Senegal, skuad asuhan Didier Deschamps tampil dominan dengan menguasai 53,6 persen penguasaan bola dan melepaskan 11 tembakan. Delapan di antaranya berhasil mengarah tepat ke gawang.
Kylian Mbappe kembali menjadi motor serangan Les Bleus. Namun kemenangan atas Senegal tidak hanya ditentukan oleh satu pemain saja. Hampir seluruh pemain Prancis menunjukkan performa konsisten sehingga membuat permainan mereka terlihat sangat solid.
Meski menang cukup meyakinkan, Deschamps tetap memiliki sejumlah catatan evaluasi. Pada babak pertama, Prancis sempat kesulitan membongkar pertahanan Senegal dan nyaris kebobolan lebih dulu sebelum akhirnya tampil dominan pada paruh kedua.
Kondisi tersebut membuat Prancis diperkirakan tidak akan menganggap remeh Irak meskipun lawan mereka memiliki peringkat FIFA yang lebih rendah.
Didier Deschamps Siapkan Rotasi Pemain
Dengan jadwal yang padat dan pertandingan penting melawan Norwegia menanti di laga terakhir grup, Prancis berpotensi melakukan sejumlah rotasi pemain.
Beberapa nama seperti Rayan Cherki, Bradley Barcola, N'Golo Kante, Marcus Thuram, hingga Malo Gusto berpeluang mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama.
Rotasi ini sekaligus menjadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki Prancis. Meski menurunkan sejumlah pemain pelapis, kualitas permainan Les Bleus diprediksi tidak akan mengalami penurunan signifikan.
Malo Gusto mengaku siap memberikan kemampuan terbaiknya apabila dipercaya tampil.
"Kami punya skuad yang kualitasnya sangat tinggi dan kompetisi untuk posisi starter sangat penting. Pelatih yang akan menentukan pilihannya. Saya akan memberikan segalanya jika dipercaya bermain," ujar Gusto dikutip dari Reuters.
Gelaran pesta sepak bola terbesar di dunia akan segera bergulir. Piala Dunia 2026 akan mulai para 11 Juni mendatang, dengan laga pembuka Meksiko melawan Afrika Selatan.
Meski suasana euforia belum sepenuhnya terasa, para pelaku usaha jersey sepak bola sudah mulai kebanjiran permintaan dari pecinta bola hingga perusahaan yang ikut meramaikan pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Salah satunya toko olahraga Scudetto yang berada di Jalan Raya Kartini, Kebomas, Gresik, Jawa Timur.
Pemilik Scudetto, Aditya Wibowo, mengatakan pihaknya telah mulai menjual jersey negara peserta Piala Dunia sejak dua bulan terakhir.
Namun, menurutnya lonjakan pembeli biasanya baru benar-benar terasa mendekati kick off hingga pekan pertama turnamen berlangsung.
“Dalam minggu-minggu ini masih belum terlalu terasa suasana Piala Dunia. Namun kami sudah menjual jersey negara peserta sejak dua bulan terakhir. Biasanya suasana mulai ramai H-7 kick off dan pada minggu pertama gelaran Piala Dunia,” ujar Aditya Wibowo, pemilik Scudetto kepada Tribun Network.
Aditya sapaan akrabnya, menambahkan, Piala Dunia 2026 menjadi momentum paling dinanti para pelaku usaha jersey karena penjualan hampir selalu meningkat dibanding hari biasa.
Antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi setiap kali turnamen sepak bola terbesar di dunia itu digelar.
“Piala Dunia adalah pesta sepak bola empat tahunan. Ini momen yang paling kami tunggu sebagai pelaku usaha jersey. Banyak sekali yang membeli jersey negara peserta, tidak hanya fans bola, tapi juga perusahaan-perusahaan tertentu yang ikut meramaikan dengan mewajibkan karyawannya memakai jersey negara peserta Piala Dunia pada hari tertentu,” bebernya.
Ia mengungkapkan, saat ini jersey tim nasional yang paling banyak dicari pelanggan adalah Argentina, Portugal, Prancis, dan Jerman. Popularitas para pemain bintang disebut turut memengaruhi tingginya minat pembeli.
“Saat ini yang paling banyak dicari adalah Argentina, Portugal, Prancis, dan Jerman,” jelasnya.
Meski permintaan meningkat, Scudetto belum memberikan promo khusus selama Piala Dunia. Hal itu karena tingginya demand membuat harga jersey cenderung ikut naik, terutama jika negara tersebut berhasil melaju hingga babak final.
“Untuk promo cenderung tidak ada karena demand-nya tinggi. Harga biasanya ikut menyesuaikan kalau negara peserta sampai ke partai puncak. Paling jersey negara yang tidak lolos fase grup biasanya harganya turun. Itu sudah menjadi fenomena musiman dari supplier, distributor, agen hingga toko,” katanya.
Aditya juga mengaku belum bisa memprediksi tim mana yang bakal paling laris hingga final nanti. Ia memilih memantau perkembangan pertandingan fase grup terlebih dahulu sebelum menambah stok jersey tertentu.
“Saya belum bisa memprediksi. Biasanya kami lihat dulu fase grup dan bagaimana permainannya. Sebagai pedagang kami juga terus memantau, jadi tidak buru-buru menyetok tim unggulan di atas kertas karena kalau ternyata tumbang, penjualannya bisa langsung anjlok,” imbuhnya.
Scudetto sendiri juga memproduksi jersey sepak bola, bahkan sampai ke luar negeri. Salah satu tim profesional Liga Timor Leste, Karketu Dili FC menjalin kerjasama dengan apparel Scudetto pada musim lalu. (wil)
HEAD TO HEAD
Hasil 5 Pertandingan Terakhir Prancis
17-06-2026: Prancis vs Senegal 3-1 (Piala Dunia)
09-06-2026: Prancis vs Irlandia Utara 3-1 (Persahabatan)
05-06-2026: Prancis vs Pantai Gading 1-2 (Persahabatan)
30-03-2026: Kolombia vs Prancis 1-3 (Persahabatan)
27-03-2026: Brasil vs Prancis 1-2 (Persahabatan)
Hasil 5 Pertandingan Terakhir Irak
17-06-2026: Irak vs Norwegia 1-4 (Piala Dunia)
10-06-2026: Irak vs Venezuela 0-2 (Persahabatan)
05-06-2026: Spanyol vs Irak 1-1 (Persahabatan)
29-05-2026: Andorra vs Irak 0-1 (Persahabatan)
01-04-2026: Irak vs Bolivia 2-1 (Kualifikasi Piala Dunia)
LINK Folaplay
LINK Maxtream
LINK TVRI
Proses instalasi FolaPlay dapat dilakukan dengan mudah melalui toko aplikasi resmi. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Malo Gusto, Ibrahima Konate, Dayot Upamecano, Lucas Digne; Manu Kone, N'Golo Kante; Rayan Cherki, Marcus Thuram, Kylian Mbappe; Bradley Barcola. Pelatih: Didier Deschamps.
Irak (4-1-3-2): Jalal Hasaan; Hussein Ali, Zaid Tahseen, Rebin Sulaka, Merchas Doski; Amir Al-Ammari; Marko Farji, Zidane Iqbal, Ali Jasim; Ali Al-Hamadi, Aymen Hussein. Pelatih: Graham Arnold.
(TribunMataraman.com)