PSPS Pekanbaru Lolos dari Sanksi Pengurangan Poin Musim 2026/2027
Sesri June 22, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Delapan klub Liga 2 akan memulai kompetisi musim 2026/2027 dengan pengurangan poin. Delapan klub tersebut mendapat pengurangan poin karena belum lolos lisensi.

Adapun delapan klub tersebut yakni  PSBS Biak memulai pertandingan dengan minus 4 poin, Persiba memulai pertandingan dengan minus 3 poin, PSIS Semarang memulai pertandingan dengan minus 2 poin.

Kendal Tornado memulai pertandingan dengan minus 1 poin, Persiraja memulai pertandingan dengan minus 1 poin. Persiku Kudus memulai pertandingan dengan minus 1 poin

Sementara itu Persela Lamongan memulai pertandingan dengan minus 1 poin Sumsel United memulai pertandingan dengan minus 1 poin

Syarat lisensi klub profesional untuk kompetisi Liga 2 mengacu pada regulasi lisensi klub nasional PSSI yang diselaraskan dengan standar Asian Football Confederation (AFC). 

Klub harus memenuhi 5 kriteria utama: 

Sporting (Olahraga), Infrastruktur, Personel danAdministrasi, Legal, dan Finansial.

Berikut adalah rincian dari masing-masing kriteria yang wajib dipenuhi oleh setiap klub:

1. Kriteria Legal (Legal Criteria)Aspek ini bertujuan untuk memastikan keabsahan dan tata kelola klub.Badan Hukum

2. Kriteria Finansial (Financial Criteria)Bertujuan untuk memastikan stabilitas keuangan klub. 

3. Kriteria Infrastruktur (Infrastructure Criteria)Memastikan klub memiliki fasilitas yang memadai untuk bertanding dan berlatih.

4. Kriteria Personel dan Administrasi (Personnel dan Administrative Criteria)Klub harus dikelola oleh tenaga profesional di bidangnya.

5. Kriteria Sporting (Sporting Criteria)Fokus pada pembinaan pemain muda dan pengembangan olahraga.

PSPS Pekanbaru Lolos Lisensi

PSPS Pekanbaru sendiri telah membuat sejarah baru. Untuk pertamakalinya klub berjuluk Askar Bertuah ini resmi lolos dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26. 

Kabar bahagia ini disampaikan manajemen PSPS Pekanbaru, dalam rilisnya disebutkan pencapaian ini menandai langkah besar Askar Bertuah sekaligus membuktikan keseriusan klub melalui jajaran manajemen dalam mewujudkan profesionalisme di segala aspek.

Dikatakan proses penilaian lisensi klub aendiri telah berlangsung sejak Juli 2025 dan mencakup lima aspek utama. 

Melalui surat resmi keputusan Club Licensing Commite bernomor 035/CLC-LI/V/2026 menyatakan bahwa seluruh dokumen yang dikirimkan oleh PSPS Pekanbaru dinyatakan memenuhi syarat dan lolos verifikasi lisensi klub profesional pada dan berhak mendapat status Granted kategori Super League.

"Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan PSPS Pekanbaru berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada didalam manajemen, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional. Sejak awal, atas perintah Presiden Klub Bapak I Gede Widiade, ini memang menjadi fokus utama kami dijajaran Manajemen," ungkap CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah Kamis (14/5/2025) lewat rilis di Instagram PSPS Pekanbaru.

Untuk mendapatkan lisensi tersebut klub harus memenuhi lima unsur yaitu sporting (olahraga/pembinaan usia dini), infrastructure (infrastruktur), personel dan administration (administrasi dan sumber daya manusia), legal (hukum), dan finance (Keuangan). 

Kelimanya harus terpenuhi dan mendapat penilaian secara ketat. Apabila ada satu unsur tidak terpenuhi maka klub tersebut tidak lolos verifikasi.

Dengan demikian, PSPS Pekanbaru tentu saja akan memulai pertandingan di kompetisi Liga 2 dengan normal atau tanpa ada pengurangan poin.

PSPS lolos dari sanksi pengurangan poin yang bisa saja membuat satu klub akan kesulitan melangkah dalam persaingan.

Selain PSPS Pekanbaru klub lain yang lolos sanksi pengurangan poin yakni

PSMS Medan 

Barito Putera 

Persipura 

Bekasi City 

Deltras 

Semen Padang 

PSGC Ciamis 

RANS FC 

Persikad Depok 

Dejan 

Persis Solo 

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.