BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 2 Rantau mulai berjalan.
Sekolah yang sementara masih menempati gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tapin itu kini membuka tiga program keahlian untuk menarik lebih banyak calon peserta didik.
Kepala SMK Negeri 2 Rantau, Abdullah Fahriansyah, mengatakan pada tahun ajaran ini pihak sekolah membuka tiga jurusan, yakni Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Teknik Komputer dan Jaringan/TJKT, serta Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
“Harapan kami tahun ini jumlah siswa meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu kami hanya membuka satu jurusan sehingga cukup sulit merekrut siswa,” ujarnya saat ditemui di SKB Tapin, Senin (22/6/2026).
Menurut Abdullah, strategi yang dilakukan sekolah tahun ini adalah memperluas pilihan jurusan dan aktif melakukan sosialisasi ke sekolah menengah pertama.
Untuk jurusan Tata Kecantikan misalnya, guru dan siswa melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi SMP serta mengenalkan praktik pembelajaran di jurusan tersebut.
“Hasilnya cukup bagus. Untuk penjaringan awal jurusan kecantikan sudah ada sekitar 20 calon peminat,” katanya.
Sementara itu, dua jurusan baru juga mulai mendapat respons dari masyarakat. Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor tercatat telah menarik hampir 20 calon siswa, sedangkan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan sekitar 10 orang dan masih berpotensi bertambah.
Baca juga: SMPN 15 Banjarbaru Terima 160 Siswa Baru SPMB 2026, Buka Posko Pendaftaran Sistem Online
Abdullah menjelaskan, berbeda dengan jenjang SMA yang menerapkan mekanisme tertentu berdasarkan wilayah, penerimaan di SMK lebih mengutamakan pilihan dan minat siswa terhadap jurusan.
“Kalau di SMK lebih kepada peminatan. Walaupun rumahnya dekat tetapi kalau tidak sesuai minat, tentu siswa bisa memilih sekolah lain yang jurusannya lebih cocok,” jelasnya.
Tahun ini, sekolah menargetkan pembukaan tiga rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.
Selain penambahan jurusan, sekolah juga bersiap menempati gedung baru di kawasan Lopekat, Kecamatan Binuang, pada awal tahun ajaran mendatang.
Saat ini proses rehabilitasi bangunan masih berlangsung dan akses jalan menuju sekolah juga sedang dibenahi.
“Mudah-mudahan saat masuk sekolah pertengahan Juli nanti pembangunan sudah selesai sehingga siswa baru bisa belajar di gedung yang baru,” katanya.
Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di SKB karena kondisi gedung sebelumnya belum layak digunakan.
Abdullah juga mengajak masyarakat Kabupaten Tapin memanfaatkan keberadaan sekolah tersebut sebagai alternatif pendidikan kejuruan yang lebih dekat dengan domisili siswa.
“Kalau memang jurusannya sesuai minat dan dekat dari rumah, kami terbuka untuk menerima siswa dari berbagai wilayah di Tapin,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)