Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Setelah Sepekan Dirawat di RSUDZA, Dipulangkan ke Medan
Muliadi Gani June 22, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Satu korban ledakan di ruang mesin Kapal KMP Aceh Hebat 2 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Kota Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026).

Korban meninggal dunia bernama Fakhri Herdieco M (19), warga Sumatera Utara. 

Jenazah Fakhri Herdieco M, korban insiden ledakan di kapal KMP Aceh Hebat 2, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (21/6/2026) dini hari.

Fakhri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Humas RSUDZA, Rahmadi, menjelaskan bahwa kondisi Fakhri mulai menurun sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (20/6/2026).

Tim medis telah memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai perkembangan pasien.

“Pada pukul 22.10 WIB dilakukan pemeriksaan kembali terhadap pasien.

Baca juga: 16 Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Masih Dirawat Intensif di RSUDZA, Berikut Kondisinya

Namun pasien meninggal dunia pada pukul 22.50 WIB di hadapan keluarga dan perawat ICU 1,” ujar Rahmadi, melansor konfirmasi Serambinews.com, Minggu (21/6/2026).

Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak rumah sakit bersama keluarga melaksanakan fardhu kifayah di kamar jenazah RSUDZA.

Jenazah kemudian dishalatkan di Masjid Raudhatul Jannah, yang berada di lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut.

Usai prosesi selesai, jenazah diberangkatkan menuju Medan menggunakan ambulans pada pukul 01.50 WIB.

Fakhri merupakan salah satu korban dalam insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, yang terjadi pada Jumat (12/6/2026). 

Baca juga: Warga Gerebek Kontrakan Jelang Subuh di Lueng Bata, Dua Pasangan Nonmahram Diamankan

Ledakan di kapal penyeberangan itu sempat mengakibatkan beberapa korban luka, dan Fakhri menjadi salah satu yang mengalami luka paling parah hingga harus dirawat di ruang ICU.

Selama lebih dari sepekan, pemuda berusia 19 tahun itu mendapatkan perawatan intensif dari tim medis RSUDZA sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pihak RSUDZA menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Fakhri.

“Semoga semua amal ibadahnya diterima, ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggal ikhlas dan sabar atas semua ini,” pungkas Rahmadi.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: KMP Aceh Hebat 2 Meledak Saat Bersandar di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan di Kapal Aceh Hebat 2, 15 Orang Jadi Korban

Baca juga: Tolak Bayar Jatah Preman, Juru Parkir di Bogor Jadi Korban Pengeroyokan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.