SURYA.co.id LAMONGAN - Rencana pembongkaran puluhan bangunan semi permanen yang berada di bahu kanan dan kiri tanggul Sungai Kaliotik, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, Jawa Timur, akhirnya tidak jadi dilakukan.
Meski sebelumnya bangunan tersebut disebut akan dibongkar untuk mendukung proyek normalisasi sungai, Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan rencana tersebut batal.
Baca juga: Pemkab Lamongan Normalisasi Sungai Kaliotik, Sejumlah Bangunan Dibongkar
Namun, program normalisasi Sungai Kaliotik sudah dilaksanakan sesuai target pada 2026.
Proyek normalisasi ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak maksimal, mengganggu distribusi irigasi pertanian, serta meningkatkan potensi genangan di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDA-BK) Lamongan telah melakukan sosialisasi kepada warga yang berada di sekitar sempadan sungai terkait rencana pengerjaan proyek.
Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA dan Bina Konstruksi Lamongan, Saikhu, mengatakan normalisasi diperlukan karena sedimentasi membuat aliran air dari wilayah selatan maupun utara mengalami hambatan.
“Air dari selatan maupun utara kadang harus terhenti di bagian-bagian yang mengalami sedimentasi,” ujar Saikhu melalui Kadis Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo, Senin (22/6/2026).
Sungai Kaliotik diketahui mengalami pendangkalan cukup parah.
Bahkan di beberapa titik, ketebalan sedimentasi disebut mencapai lebih dari satu meter sehingga membutuhkan pengerukan menggunakan alat berat memakai alat bantu ponton.
Sebelumnya, keberadaan bangunan semi permanen di sisi sungai menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan normalisasi karena alat berat membutuhkan ruang untuk aktivitas pengerukan dan pembuangan material.
Pembuangan material tanah kini ditempatkan di bibir lebar bawah sungai, tidak naik ke sempadan jalan Kaliotik.
Normalisasi Sungai Kaliotik dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Pekerjaan meliputi pengerukan lumpur di dasar sungai, penataan aliran air, serta pembersihan area sempadan sungai.
Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi sebelumnya di wilayah utara Jalan Lingkar Utara (JLU) dengan panjang sekitar satu kilometer.
Tahap difokuskan pada sisi selatan JLU hingga kawasan jembatan selatan yang dinilai menjadi titik paling kritis akibat tingginya sedimentasi.
Pemerintah daerah berharap normalisasi Sungai Kaliotik dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama sektor pertanian.
Dan dengan aliran sungai yang lebih lancar, suplai air irigasi diharapkan meningkat, risiko banjir berkurang, dan genangan air dapat lebih terkendali.