TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Kepolisian Resor atau Polres Muaro Jambi sedang menyelidiki dugaan kasus asusila yang terjadi di Sekolah Luar Biasa atau SLB Negeri Muaro Jambi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Muaro Jambi, IPTU Robby Nizar, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut.
"Ya, saat ini sedang dilakukan penyelidikan," kata Robby.
Menurut Robby, laporan mengenai dugaan kasus tersebut telah diterima pihak kepolisian sekitar sepekan lalu.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa yang dilaporkan.
Katanya, proses penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci kronologi kejadian maupun identitas pihak yang terlibat.
"Saat ini tengah meminta keterangan dari saksi-saksi," katanya.
Saat ditanya mengenai status terduga pelaku, Robby menyebut hingga kini belum ada pihak yang diamankan. Polisi masih fokus pada pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi guna mendalami laporan tersebut.
Baca juga: Tim Disdik Jambi ke SLB Muaro Jambi Terkait Pelecehan Siswi oleh Penjaga Sekolah
Baca juga: Siswi SLBN Muaro Jambi Diduga Jadi Korban Pelecehan Penjaga Sekolah, Korban Alami Trauma Berat
Polres Muaro Jambi memastikan akan menangani kasus tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi terkait perkara yang sedang ditangani.
Untuk diketahui, seorang siswi Sekolah Luar Biasa Negeri atau SLBN Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, berinisial NH (16), diduga menjadi korban pelecehan seksual berulang kali yang dilakukan oleh oknum penjaga sekolahnya sendiri berinisial TN (57).
Dugaan aksi bejat ini pertama kali terendus oleh pihak keluarga setelah menerima laporan dari salah seorang guru.
Guru tersebut mencurigai adanya perubahan perilaku pada korban, dimana korban sering murung serta adanya selentingan kabar dari para siswa lain, terutama mereka yang menghuni asrama di lingkungan SLBN Muaro Jambi.
Mendengar kabar miring tersebut, pihak keluarga langsung menginterogasi NH. Di hadapan orang tuanya, remaja penyandang disabilitas tersebut akhirnya mengaku bahwa ia telah dilecehkan oleh pelaku sebanyak tujuh kali.
Berdasarkan pengakuan korban, aksi bejat TN selalu dilakukan di dalam area lingkungan sekolah memanfaatkan situasi sepi, salah satunya di dalam kantin sekolah.
"Anak kami akhirnya jujur kalau dia sudah diperlakukan tidak senonoh sampai tujuh kali. Kejadiannya di lingkungan sekolah, paling sering di kantin.
Sekarang dia ketakutan, trauma berat, dan sama sekali tidak mau lagi menginjakkan kaki ke sekolah," ujar Sumarni, orang tua korban.
Akibat peristiwa tersebut, korban saat ini dilaporkan mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam. Sejak beberapa hari lalu, NH memilih mengurung diri di rumah dan enggan untuk kembali melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut.
Baca juga: Profil Afriansyah Noor, Wamenaker yang Kunker ke Jambi dan Pernah Sekolah di SMAN 4
Wakil Kepala Sekolah SLBN Muaro Jambi, Arsy, membenarkan adanya insiden yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut. Pihak sekolah menyayangkan kejadian ini dan menyatakan siap bersikap kooperatif membantu penyidik.
"Kami sangat memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan anak didik kami. Begitu mendengar laporan ini, kami langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga dan mendukung penuh langkah hukum yang diambil.
Kami menyerahkan seluruh proses penyelidikan ini kepada pihak Polres Muaro Jambi agar pelaku bisa segera ditangkap," tegas Arsy saat dikonfirmasi.
Saat ini, fokus utama keluarga dan pendamping adalah memulihkan kondisi psikologis korban NH yang masih terguncang, sembari menunggu kepastian hukum dari pihak berwajib. (Tribunjambi.com/Muzakkir)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Oknum Penjaga Sekolah Diduga Lecehkan Siswi SLBN Muaro Jambi, Keluarga Lapor Polisi
Baca juga: Siswi SLBN Muaro Jambi Diduga Jadi Korban Pelecehan Penjaga Sekolah, Korban Alami Trauma Berat