Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu mengajukan kembali data Tukiyem (74), warga Kelurahan Padang Jati, Kecamatan Ratu Samban, ke Kementerian Sosial (Kemensos) setelah bantuan sosial (bansos) yang diterimanya sempat terblokir akibat persoalan administrasi kependudukan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memulihkan hak Tukiyem untuk kembali menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Saat ini, data administrasi kependudukan Tukiyem telah diperbaiki dan diusulkan kembali melalui mekanisme yang berlaku.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti persoalan tersebut setelah mengetahui adanya kendala yang menyebabkan Tukiyem tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan.
"Kami sudah mengusulkan kembali data Nenek Tukiyem ke Kementerian Sosial agar haknya untuk menerima bantuan sosial bisa kembali didapatkan," kata Afriyenita.
Himpunan TribunBengkulu.com menunjukkan, terblokirnya bantuan sosial Tukiyem bermula dari perubahan data pada Kartu Keluarga yang berdampak pada status kepesertaannya sebagai penerima bantuan.
Saat ini, data yang bersangkutan telah diperbaiki dan kembali diusulkan ke Kementerian Sosial untuk proses pemulihan hak penerimaan bansos.
Data Diperbaiki dan Diusulkan Kembali
Afriyenita menjelaskan, Dinsos Kota Bengkulu berkomitmen memastikan masyarakat yang berhak menerima bantuan tidak dirugikan akibat persoalan administrasi.
Menurutnya, setelah data kependudukan Tukiyem diperbaiki, proses pengusulan kembali langsung dilakukan agar yang bersangkutan dapat kembali masuk dalam daftar penerima bantuan sosial.
Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan proses verifikasi berjalan sesuai ketentuan.
"Kami tidak ingin warga yang benar-benar membutuhkan bantuan justru kehilangan haknya karena persoalan administrasi. Karena itu, setelah data diperbaiki langsung kami usulkan kembali," ujarnya.
Pemkot Kawal Hingga Bansos Kembali Cair
Selain mengajukan kembali data Tukiyem, Dinsos Kota Bengkulu juga akan terus mengawal proses tersebut hingga bantuan sosial dapat kembali diterima oleh yang bersangkutan.
Afriyenita berharap proses verifikasi di tingkat kementerian dapat berjalan lancar sehingga pemulihan hak Tukiyem sebagai penerima bantuan sosial tidak memerlukan waktu yang lama.
Menurutnya, bantuan sosial memiliki peran penting bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok lanjut usia yang menggantungkan sebagian kebutuhan hidupnya dari program bantuan pemerintah.
Sebelumnya, bantuan sosial milik Tukiyem terblokir setelah terjadi perubahan pada data administrasi kependudukannya. Akibat perubahan data tersebut, statusnya sebagai penerima bantuan sosial ikut terdampak sehingga bantuan yang biasa diterimanya tidak lagi dapat dicairkan.
"Kami akan terus mengawal proses ini sampai tuntas. Jangan sampai warga yang berhak menerima bantuan justru kehilangan haknya karena persoalan administrasi," tutup Afriyenita.
Oknum Lurah di Bengkulu Janji Talangi Bansos Rp 1,2 Juta
Setelah viral di media sosial, akhirnya oknum lurah berinisial GU ini mendatangi rumah nenek Tukiyem untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, pada Sabtu (20/6/2026).
Dalam pertemuan itu dihadiri oleh oknum lurah berinisial GU, Bhabinkamtibmas, pihak Kecamatan Ratu Samban, Lurah Padang Jati, Ketua RT 11 tempat nenek Tukiyem.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Tukiyem dan keluarga, serta menyatakan siap mengganti atau menalangi bantuan sosial (bansos) yang tidak lagi diterima lansia tersebut akibat perubahan data kependudukan.
GU mengaku akan memberikan bantuan dengan nominal yang sama seperti bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem, yakni sebesar Rp1,2 juta.
“Untuk bansosnya saya sendiri yang akan menalangi. Yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Kemudian untuk bulan berikutnya, saya masih akan menalangi sampai nama Budhe kembali mendapatkan bansos,” kata GU saat diwawancarai di rumah nenek Tukiyem, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal yang biasa diterima Tukiyem dari program bantuan sosial pemerintah.
“Sama dengan jumlah bansos yang Budhe dapat, yaitu Rp1,2 juta,” ujarnya.
Anaknya Tak Lolos
Meski mengakui memasukkan anaknya ke dalam kartu keluarga (KK) milik Nenek Tukiyem untuk keperluan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bengkulu, oknum lurah tersebut menyebut upaya itu belum membuahkan hasil.
Anak keduanya yang sedang mengikuti proses penerimaan siswa baru tingkat SMA hingga kini belum memperoleh sekolah tujuan, termasuk melalui jalur domisili.
“Belum dapat sekolah sampai sekarang. Jalur domisili juga belum berhasil. Kartu keluarga yang sebelumnya digunakan juga sudah dikeluarkan kembali, sehingga saat ini kami masih menunggu proses selanjutnya,” kata GU.
Sang anak hingga kini disebut belum mendapatkan sekolah, sementara kasus yang berdampak pada terblokirnya bantuan sosial milik Tukiyem itu terus menjadi sorotan dan menuai berbagai tanggapan.
Oknum lurah berinisial GU mengaku anak keduanya hingga kini belum mendapatkan sekolah tingkat SMA.
GU mengatakan anaknya mengalami tekanan psikologis setelah kasus tersebut viral di berbagai platform media sosial.
“Anak saya sekarang terkena dampak secara mental dan psikologis. Untuk keluar rumah saja terkadang tidak berani karena kasus ini sudah viral di mana-mana, baik di TikTok maupun Facebook,” ujar GU saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (20/6/2026).
Di tengah persoalan tersebut, GU mengaku harus tetap memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia memiliki empat orang anak dengan kondisi pendidikan yang berbeda-beda.
Anak pertamanya saat ini sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Sementara anak keduanya masih berupaya mendapatkan sekolah tingkat SMA.
Sedangkan dua anak lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Selain itu, GU menyatakan akan membantu kebutuhan Nenek Tukiyem selama bantuan sosial yang bersangkutan belum kembali diterima.
Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem.
“Untuk bantuan sosial yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Untuk bulan berikutnya, saya masih akan membantu sampai nama Budhe kembali mendapatkan bantuan sosial. Nilainya sama seperti bantuan yang biasa diterima, yaitu Rp1,2 juta,” ungkapnya.
GU juga berharap hubungan baik dengan Tukiyem tetap terjalin meski persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik.
“Saya berharap ke depan silaturahmi bisa terjalin lebih baik lagi. Kalau ada rezeki, saya ingin membantu Budhe,” tuturnya.