Memasuki Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Bogor Imbau Masyarakat Hemat Penggunaan Air
Vivi Febrianti June 22, 2026 03:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Memasuki musim kemarau sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mulai mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data sementara pada Juni 2026, tercatat tiga wilayah kecamatan mengalami kekeringan yakni Citeureup, Babakanmadang, dan Nanggung.

Sementara itu, musim kemarau ini diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana BDBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026.

"Kita dapat datanya dari BMKG, puncak kekeringan itu diprediksi ada pada bulan Agustus-September, dan pasti kalau Agustus itu tertingginya maka akan berakhir sekitar bulan Oktober," ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, untuk mengantisipasi krisis air bersih saat terjadinya musim kemarau diperlukan penghematan air.

Ade Hasrat pun mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air dalam kebutuhan sehari-hari.

"Bayangkan kalau ada 5 juta penduduk Bogor yang menghemat dalam satu hari aja 5 liter, dikalikan 5 juta berarti ada 25 juta liter yang terhematkan dan itu menjadi pahala karena mengikuti syariat," katanya.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap melakukan upaya-upaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih saat musim kemarau.

Ia menyebut, tangki-tangki air yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah pada wilayah-wilayah langganan kekeringan akan diisi air.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih.

"Kami tetap bersiaga karena kelihatannya ini baru awal-awal kekeringan di kita. Jadi, insyaallah kita sudah bersiap untuk menanggulangi itu," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.