Hendak wisata religi, 7 orang tewas kecelakaan di Tol Indrapura-Limapuluh, Minggu (21/6/2026) dinihari.
Kecelakaan ini terjadi saat bus yang ditumpangi hantam belakang truk.
Tujuh orang yang tewas merupakan warga Kelurahan Sei Merbau, Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.
Tujuh orang ini meninggal setelah bus travel yang ditumpanginya bersama dengan 13 orang lainnya.
Bus menghantam belakang truk barang di Ruas Tol km 118 jalur B dari arah Kisaran menuju Medan.
Naas tak dapat terhindari, empat orang meninggal dunia ditempat.
Kemudian tiga lainnya termasuk supir meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Bidadari Indrapura.
Camat Teluk Nibung, Darwan, mengaku bus yang ditumpangi korban mengalami kecelakaan sekitar pukul 03.00 wib.
"Mereka berangkat dari Tanjungbalai hendak ke basilam, Langkat. Ditengah perjalanan, bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan dengan menghantam belakang truk," kata Camat Teluk Nibung, Darwan, Senin (22/6/2026) pagi.
Menurutnya, rombongan tersebut terdiri dari para lansia dan anak-anak yang hendak berwisata religi.
"Korban semua orang tua, rata-rata diatas usia 50 tahun," kata Darwan.
Saat mendatangi rumah duka, anak salah seorang korban mengaku bahwa rombongan berangkat sekitar pukul 01.30 wib, sembari mengajarkan salat subuh di Langkat.
"Gerak pukul 01.30 wib. Katanya ngejar salat subuh, tapi itulah naas, mereka mengalami kecelakaan di jalan tol," katanya.
Ia mengaku, sebagian warganya masih berada di Rumah Sakit Bidadari Indrapura untuk mendapatkan perawatan.
"Sebagian masih dirawat, dan mengalami luka yang cukup serius. Kami saat ini masih mendata. Kendati begitu, saya sebagai camat mengucapkan berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga amal ibadah para korban diterima Allah SWT," katanya.
Korban Lansia
Dari informasi yang diterima tribun-medan.com, mobil bus travel yang dikemudikan Erwinsyah Harahap itu membawa 20 orang penumpang dari Kota Tanjungbalai.
Namun, setibanya di lokasi, bus tersebut menabrak belakang truk barang.
Kini para korban meninggal dunia telah dibawa kerumah duka.
Lurah Sei Merbau, Nur Asiah membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, empat orang meninggal dunia ditempat, sedangkan tiga lainnya meninggal setelah dirawat.
"Berangkat 20 orang, 7 meninggal termasuk supir, sisa yang selamat masih dirawat di rumah sakit Bidadari," kata Lura Sei Merbau, Nur Asiah, Senin (22/6/2026).
Katanya, korban rata-rata berusia lansia dan berangkat mencarter mobil untuk berwisata religi di Besilam, Langkat.
"Mau kejarkan subuh disana (Besilam), yang berangkat ini nenek-nenek dan kakek-kakek semua. Tapi begitulah, namanya juga naas," katanya.
Ia mengaku, saat ini pihaknya meminta keluarga untuk mengumpulkan data agar dapat mengklaim asuransi kecelakaan.