Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Truk-truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor tidak terganggu pasca BBM Jenis Pertamax mengalami kenaikan menjadi 16.250 per liter.
127 truk sampah milik DLH masih bisa menggunakan BBM Subsidi jenis Bio Solar.
Kepala Bidang Persampahan pada DLH Kota Bogor Deden Adi Suryadi mengatakan, truk sampah DLH memang dikecualikan.
Truk sampah serta mobil operasional di lapangan masih menggunakan jenis Bio Solar.
"Sebetulnya kalau operasional itu tidak terganggu, yang paling banyak itu bukan Pertamax tapi Biosolar. Kan biosolar itu BBM untuk operasional pengangkut sampah. Dan di persampahan itu ada pengecualian untuk BBM itu subsidi," kata Deden kepada TribunnewsBogor.com di ruangannya, Senin (22/6/2026).
Truk sampah masih bisa mengangkut sampah di semua wilayah Kota Bogor.
Namun, pasca kenaikan BBM Pertamax, truk sampah harus mengantre sedikit lebih lama.
Truk sampah harus beroperasi lebih pagi dari biasanya.
"Kita tidak ada dampak tapi pengisian mungkin agak antre, dan sekarang kan ramai, tapi alhamdulillah kita tercover untuk BBM Operasional Subsidi yang Biosolar," ujarnya.
"Kalau kita itu biasanya dimulai sebelum pelayanan kami mengisi (bensin) dulu pagi-pagi. Kita keluar kan subuh pasti lebih pagi. Kalau tidak pagi kami biasanya sore pulang dari TPA Galuga," tambahnya.
Satu truk sampah diisi Bio Solar sebanyak 22 liter.
Pengisian Bio Solar dilakukan setiap hsri tergantung kebutuhannya.
"Kita kan pelayanan tiap hari jadi pengisian tiap hari," ucapnya.
Deden memastikan, pengangkutan sampah di Kota Bogor tidak terganggu walaupun BBM Pertamax mengalami kenaikan harga.
Sampah sebanyak 6 ton selalu diangkut dan dikirimkan ke TPAS Galuga.
"Yang pasti di kondisi saat ini operasional pengangkutan sampah tidak terganggu," tandasnya.