TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Calon Ketua Umum PBNU yang resmi menyatakan kesiapannya maju adalah Hery Haryanto Azumi. Beliau pulang ke Trenggalek untuk meminta doa restu kepada kedua orang tuanya.
Putera sulung dari pasangan H. Suharso (80) Hj. Sumarmi (70) ini di RT 4 RW 2 Dusun Rejosari Desa Salamrejo Karangan, Trenggalek ini, menghabiskan masa sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Trenggalek.
Dirinya mengatakan bahwa kepulangannya ke kampung halaman untuk meminta doa restu ke kedua orang tuanya yang masih ada.
"Hari ini saya pulang kampung lah saya ya. Pulang kampung sowan orang tua untuk mohon doa restu secara resmi. Karena kemarin sebenarnya belum secara total tapi hari ini karena perintah para kiai, sahabat, saya menyatakan diri siap untuk maju menjadi Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031," ujar Hery Haryanto Azumi kepada TribunMataraman.com, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Sosok Ideal Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Menurut KH Afifuddin Muhajir
Menurut Hery, keharusan untuk minta doa restu orang tua karena memang dari kecil kalau ingin mengambil satu langkah apapun pasti izin orang tua dulu.
"Minta doa, minta nasihat dan selanjutnya pasti minta apa namanya. Kerelaan orang tua untuk memberikan dukungan secara utuh gitu ya," paparnya.
Pria yang saat ini menjadi salah satu Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menerangkan pengalamannya ikut program-program ke luar negeri menambah wawasan dan pengetahuan beliau.
Ia mengisahkan saat menjadi Ketua Cabang PMII Ciputat sudah jejaring dengan banyak wartawan luar negeri.
Sehingga reformasi jadi banyak wartawan asing yang mencari anak-anak NU yang bisa bahasa Inggris.
Hery menceritakan dirinya sering menjadi penterjemah dari para tokoh NU, dari tokoh reformasi yang ingin tahu. Termasuk wartawan yang ingin tahu tentang bagaimana sebenarnya gerakan-gerakan mahasiswa.
"Dan saya di depan untuk memberikan penterjemahan itu. Dan akhirnya sampai hari ini masih terkoneksi keartawan-wartawan internasional itu. Nah, itu menjadi sahabat-sahabat saya sampai sekarang," kenangnya.
Pria yang pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBNU (2015–2018) ini mengaku intensitas hubungan dengan wartawan asing memuncak saat fase terorisme.
"Semakin banyak wartawan yang kontak saya termasuk kemudian akhirnya para pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika dan beberapa negara yang lain. Juga ingin tahu tentang pesantren, ingin tahu tentang NU, gerakan Islam juga nyarinya ke saya," ulasnya.
Dari situlah pria kelahiran Trenggalek, 29 April 1977 silam ini bersemangat untuk terus mengabdi di Nahdlatul Ulama dan terus bergerak menuju perubahan.
"Alhamdulillah itu menjadi satu model jejaring internasional yang cukup baik. Saya kira untuk menambah pengalaman-pengalaman baru bagi pergerakan yang selama ini saya lakukan," paparnya.
Pria yang pernah menjabat Ketua PB PMII periode 2005-2007 serta Lulusan S2 PPM Manajemen Jakarta ini mengklaim sudah mendapatkan banyak dukungan.
"Saya sudah bertemu dengan para pimpinan wilayah ya se-Sumatera Kemudian ada yang Sulawesi, ada yang Jawa," terangnya.
Hery mengaku tidak menyebutkan secara detail dukungan dari struktural yang ada di Pulau Jawa. Ia memastikan hubungan baik dan dukungan terus mengalir.
"Saya tidak perlu sebut nama daerahnya karena ini masih secret ya. Tapi juga ada beberapa cabang yang sudah berhubungan langsung. Termasuk saya sudah sowan para kiai sepuh," bebernya.
Dikatakannya, kiai sepuh memberikan dukungan yang luar biasa mendoakan. Pun juga memberikan restu untuk maju di bursa Caketum PBNU
"Dengan satu harapan bahwa ada pembaharuan, ada perubahan di NU supaya ada semangat baru," harapnya.
Sementara, sang ibunda, Hj Sumarmi mengungkapkan senang bisa bertemu dengan anak pertamanya. Karena memang lama hidup di kota besar dan kepulangannya tidak menentu.
"Alhamdulillah bisa ketemu," ujar Hj Sumarmi.
Saat ditanya informasi puteranya maju di Calon Ketua Umum PBNU, beliau mengaku sudah mengetahui sebelumnya melalui sambungan telepon.
"Sampun (sudah). Lewat telepon," paparnya lirih.
"Ya, mudah-mudahan bisa jadi (Ketum PBNU) diridhai Allah dan menjadi pemimpin yang saleh," pungkasnya.
Sebagai informasi, beliau bersama rombongan berangkat ke Kediri untuk hormat dan takzim Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026.
Selain melakukan bedah buku, beliau juga hadir di forum PCINU se-Dunia yang mendorong penguatan kelembagaan dan peran Internasional NU.
Setelah dari kediamannya, Hery bersama rombongan akan bertolak ke Jakarta dan singgah di beberapa daerah untuk melakukan silaturahmi dan konsolidasi.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)