Demo Emak-emak Dukung MBG, Akui Dapat Uang Rp 100 Ribu, Wajan Gratis hingga Logistrik
Amirullah June 22, 2026 06:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM — Kawasan Monas mendadak riuh oleh kehadiran rombongan emak-emak berpakaian serba putih yang dipadukan dengan kerudung merah menyala.

Mereka datang berbondong-bondong untuk menggelar aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi yang berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (22/06/2026) ini sudah menyedot perhatian sejak pagi hari. Berbagai atribut unik khas kehidupan rumah tangga yang dibawa para peserta menjadi simbol perlawanan sekaligus dukungan mereka.

Ada yang mengangkat tinggi-tinggi poster berisi pesan dukungan untuk program MBG, ada pula yang menggenggam setangkai bunga mawar. Menariknya, saat orasi mulai diteriakkan dari atas mobil komando, bunga-bunga mawar itu serentak diangkat ke udara, bergerak kompak mengikuti ritme semangat massa yang membakar suasana.

Tak kalah unik, sejumlah emak-emak tampak membawa perlengkapan dapur asli seperti panci dan saringan mi. Bahkan di tengah kerumunan, terlihat seorang peserta menggendong boneka menggunakan kain sarung, persis seperti seorang ibu yang sedang menimang bayinya.

Aksi kreatif lainnya terlihat dari penggunaan tampah bambu yang dicat merah putih menyerupai bendera Indonesia. Salah satu tampah yang menarik perhatian massa aksi memuat tulisan tegas: "MBG untuk rakyat, bukan konglomerat."

Baca juga: BREAKING NEWS - Massa Beutong Ateuh Nagan Raya Demo ke Kantor Bupati Terkait Penolakan Tambang

Dipersenjatai Wajan Baru hingga Uang Saku

Ada pemandangan menarik saat aksi demo baru saja dimulai. Para emak-emak ini langsung mendapatkan wajan baru yang dibagikan secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan logistik berupa roti, susu, dan buah-buahan untuk konsumsi massa di lapangan.

Di luar fasilitas logistik tersebut, beberapa peserta juga blak-blakan mengaku menerima uang saku untuk ongkos jalan.

“Ongkos ada lah buat jajan. Seratus lah,” ungkap Desy saat baru tiba di lokasi bersama rekan-rekannya.

Desy mengaku rela datang demi mendukung program MBG karena anaknya sendiri merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Sentimen serupa juga disampaikan oleh Yuyun, warga Jakarta Timur yang ikut turun ke jalan.

“Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi, meningkat,” tutur Yuyun.

Baca juga: Skema Licik Dadan CS Korupsi MBG Terbongkar, dari Mark Up Motor Listrik hingga Jual Beli Titik SPPG

Peta Massa di Lapangan: Ondel-ondel hingga Rebana Turun ke Jalan

Pantauan Tribunnews.com di lokasi menunjukkan bahwa massa pendukung MBG hari ini terbagi menjadi dua kelompok besar.

Kelompok pertama, yang didominasi oleh kaum perempuan, terkonsentrasi menggelar aksi di depan IRTI Monas. Mengenakan pakaian putih sambil memegang bunga dan wajan baru, kelompok ini menamakan diri sebagai Emak-Emak Bersatu Mendukung MBG.

Sementara itu, kelompok kedua berada di seberang BSI Tower dengan nama Aliansi Masyarakat Jakarta. Kelompok ini membawa atmosfer kebudayaan yang kental dengan memajang boneka Ondel-ondel di depan mobil komando, lengkap dengan iringan musik tradisional Rebana dan Tanjidor.

Sambil berjoget, mereka mengibarkan bendera raksasa berwarna hitam dengan tulisan-tulisan mencolok seperti "MBG Yes, Sikat Koruptor", "Prabowo Garis Keras", dan "Bersama Prabowo Harga Mati".

"Kami mendukung Pemerintah melanjutkan MBG," seru orator lantang dari atas mobil komando.

Akibat adanya konsentrasi massa ini, pihak kepolisian terpaksa menutup arus jalan yang mengarah ke Medan Merdeka Selatan. Kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan di sekitar kawasan Monas. Untuk menyekat pergerakan, polisi memasang water barrier berukuran besar di Jalan Merdeka Selatan yang mengarah ke wilayah Gambir.

Di Balik Demo: Pusaran Polemik Korupsi Program MBG

Aksi turun ke jalan yang dilakukan emak-emak ini terjadi di tengah situasi program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sedang diterpa badai polemik.

Belakangan, program unggulan Presiden Prabowo ini tengah disorot tajam karena terseret kasus dugaan korupsi, masalah keterlambatan distribusi di lapangan, hingga isu perebutan proyek dapur oleh para elite politik.

Publik kini mulai mempertanyakan transparansi, efektivitas, serta keberlanjutan program yang sejatinya dikhususkan untuk perbaikan gizi anak sekolah ini. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, gerakan mahasiswa di sejumlah daerah sudah mulai menyuarakan tuntutan untuk menghentikan program MBG tersebut.

(Serambinews.com/TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.