- Taktik tempur Hizbullah kembali menjadi sorotan setelah berhasil membuat pasukan Israel kewalahan di Lebanon selatan.
Menurut sejumlah laporan lapangan, para pejuang Hizbullah diduga telah memantau pergerakan pasukan Israel sejak awal operasi dimulai.
Alih-alih langsung menyerang, Hizbullah disebut membiarkan pasukan Israel bergerak lebih jauh ke area yang telah mereka kuasai.
Saat pasukan Israel memasuki wilayah yang telah ditentukan, serangan mendadak pun dilancarkan dari berbagai arah.
Taktik tersebut membuat pasukan Israel kesulitan membaca posisi dan kekuatan lawan di medan tempur.
Bentrokan sengit kemudian terjadi di sekitar wilayah strategis Ali al-Taher, Lebanon selatan.
Hizbullah tidak hanya mengandalkan serangan darat dalam operasi tersebut.
Kelompok itu juga disebut menggunakan rudal dan drone untuk menyerang pasukan Israel yang sedang bergerak.
Serangan dilakukan secara berlapis sehingga mempersempit ruang gerak pasukan Israel.
Akibatnya, proses evakuasi korban dan pengiriman bantuan ke garis depan menjadi lebih sulit.
Sejumlah laporan menyebut pasukan Israel mengalami korban jiwa dan kerusakan kendaraan tempur dalam bentrokan tersebut.
Bahkan, militer Israel mengakui tewasnya Komandan Batalyon 52 Brigade Lapis Baja ke-401, Letnan Kolonel Dor Gadalia Ben Simhon.
Media Israel juga melaporkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan Hizbullah dalam mengidentifikasi target-target penting di medan perang.
Kemampuan pengintaian dan penyergapan yang dimiliki Hizbullah disebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa taktik perlawanan Hizbullah masih menjadi ancaman serius yang sulit diprediksi oleh pasukan Israel.
Tak hanya menimbulkan korban, serangan tersebut juga menggagalkan upaya Israel untuk menguasai sejumlah wilayah strategis di Lebanon selatan.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman