Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memaparkan sejumlah program unggulan Baznas periode 2026-2031 dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, mulai dari mengatasi kemiskinan ekstrem hingga pemberdayaan berbasis umat.
“Program unggulan Baznas 2026-2031 yang pertama adalah Baznas Sigap Kemiskinan. Kami sudah mendapatkan informasi dari Menko PM mengenai 88 kabupaten/kota yang masih terdapat kemiskinan ekstrem, selain data yang diperoleh dari tim survei kami,” ujar Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Senayan, Senin.
Selain fokus pada pengentasan kemiskinan, Baznas juga akan melanjutkan Program Baznas Tanggap Bencana dan Beasiswa Cendekia Baznas yang selama ini telah berjalan dan mendapat respons positif.
Ia menjelaskan Baznas juga mengembangkan program baru berupa Jaminan Sosial Baznas yang mencakup dukungan perumahan, lapangan kerja, dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Baznas akan memperkuat program permodalan usaha yang sebelumnya telah dikembangkan dan selanjutnya akan diperluas melalui masjid serta majelis taklim.
Sodik juga memperkenalkan Program Rumah Terang Baznas yang memanfaatkan teknologi hemat biaya hasil pengembangan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyediakan akses penerangan bagi masyarakat dengan biaya lebih murah.
“Rumah Terang Baznas merupakan teknologi yang sangat murah dan dapat memberikan penerangan dengan biaya lebih rendah dibandingkan listrik konvensional, tentunya dengan izin dari PLN,” ujarnya.
Pada sektor peternakan, Baznas akan terus mengembangkan Balai Ternak Baznas yang saat ini telah berjumlah sekitar 130 unit di berbagai daerah. Program tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung kebutuhan hewan kurban masyarakat.
Selain itu, Baznas juga menyiapkan program Lumbung Pangan Baznas guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Untuk bidang keagamaan dan pendidikan, Baznas akan mengaktifkan kembali Mualaf Center serta menjalankan Program Madrasah dan Pesantren Nyaman Belajar melalui bantuan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Sementara itu, kebutuhan akses air bersih menjadi perhatian khusus melalui Program Air Bersih Baznas yang akan dikembangkan dengan menggandeng berbagai mitra strategis.
Program unggulan terakhir adalah Bank Sampah Baznas yang menjadi bagian dari inisiatif Green Zakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah yang bergerak di sektor ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Menurut Sodik, seluruh program tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi zakat dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat miskin.
“Program perintah kami ada penekanan, pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan yang adil, proporsional, berdampak, berdaya guna, berkelanjutan, dan melembaga,” kata Sodik.





