Kontroversi Richard Muljadi Sebelum Ditangkap Kejagung, Pamer Kemewahan dan Jogging Dikawal Polisi
Rusaidah June 22, 2026 07:25 PM

 

BANGKAPOS.COM - Berbagai kontroversi pernah mengiringi perjalanan Richard Muljadi sebelum dirinya  ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung).

Diketahui ia terseret perkara dugaan penipuan bisnis batu bara dan akhirnya diamankan oleh tim Kejagung di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, pada Sabtu (20/6/2026).

Sebelum tersandung kasus hukum, Richard dikenal publik sebagai sosok sosialita yang sering menampilkan gaya hidup mewah melalui akun media sosialnya.

Sorotan tersebut tidak terlepas dari latar belakang keluarganya. Richard merupakan cucu Kartini Muljadi, figur yang pernah masuk dalam daftar perempuan terkaya di Indonesia.

Selain itu, Richard juga diketahui meneruskan sejumlah lini bisnis keluarga dengan menjadi pemilik perusahaan industri XINTAI - Well head & X - Mastree, Varel Drilling Bits, CORPRO SYSTEM Ltd. Coring services, Downhole Products.

Baca juga: Video : Hizbullah Klaim Serang Pasukan Israel di Lebanon Selatan, 15 Tentara Dilaporkan Jadi Korban

Di bidang profesional, ia juga tercatat memiliki posisi sebagai direktur di Oil Gas and Drilling Equipment Company.

Namun, kehidupan dengan berbagai kemudahan yang dimiliki Richard justru beberapa kali menjadi perhatian publik.

Sejumlah tindakan dan persoalan yang muncul kemudian membawa namanya hingga berhadapan dengan proses hukum.

Kontroversi Richard Muljadi

Berikut kontroversi Richard Muljadi:   

1. Pamer barang mewah miliar rupiah 
 
Dalam Instagram pribadinya, Richard Muljadi pun tak segan menunjukkan gaya hidup mewahnya bak konglomerat

Dikutip dari Intisari, Richard Muljadi terkenal sangat suka mengoleksi jam-jam mahal dengan merek Cartier, Richard Mille, Patek Philippe dan Rolex.

Satu di antara jamnya dengan merk Richard Mille dalam edisi terbatas bahkan dia beli seharga Rp 9,2 miliar.

Sebagai sosialita, gaya hidup Richard Muljadi memang terbilang mewah

Berlibur ke luar negeri, memakai sepatu berbahan kulit buaya yang asli, dan doyan berburu di padang savana Afrika.

2. Rayakan ultah anjing di kapal mewah
Richard Muljadi dan Shalvynne Chang pernah merayakan ulang tahun dua ekor anjing mereka pada tahun 2016.

Dua anjing itu dari ras French Bull Dog yang berpostur mini tapi sebenarnya adalah bulldog dengan hidung datar.

Dua ekor anjingnya bernama Coco dan Lulu dan keduanya memiliki instagram pribadi.

Bukan pesta biasa, Richard Muljadi menyelenggarakan pesta ulang tahun dua anjingnya itu di kapal pesiar yang mewah dan dekorasinya sangat meriah.

Saat anjingnya yang bernama Coco berulang tahun yang pertama, Richard Muljadi memberinya hadiah mobil Outlander Sport warna putih.

Richard Muljadi juga kerap membelikan Coco kalung rantai emas dan pakaian yang mewah.

Tak jarang Coco juga tidur beralaskan selimut dan scarf merek Hermes yang harganya selangit itu.

3. Joging dikawal polisi
Sebelumnya, Richard sempat viral setelah mengunggah video sedang olahraga pagi dengan dikawal mobil polisi.

Dalam video yang beredar itu, pengunggah menyatakan bahwa olahraga itu mahal.

Sementara dalam video itu pula tampak tiga pria sedang joging di tengah jalan raya.

Satu orang pria membawa anjing yang ditali untuk ikut joging.

Mereka berjoging sambil dikawal mobil polisi di depan, sedangkan di belakang mereka mengikuti mobil Alphard putih.

"Hari Jumat, hari olahraga nasional," kata seseorang yang sedang joging dalam video tersebut.

Entah kenapa ia mengatakan hari Jumat, padahal dalam video yang diduga unggahan Instagram Story itu, menampilkan tulisan hari Kamis.

Sontak, unggahan video itu viral dan menuai berbagai respons dari warganet.

Beberapa warganet menyayangkan aksi pria tersebut.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi mengonfirmasi video tersebut.

Ia mengonfirmasi peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 08.50 WITA.

Syamsi menegaskan, polisi yang terlibat dalam pengawalan itu sedang diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali.

Ia menyayangkan hal itu terjadi karena terkait pengawalan, sudah ada peraturan dan prosedurnya sendiri.

"Ini tidak sesuai dengan prosedur sehingga diperiksa. Pengawalan itu ada persyaratan yang harus dipenuhi. Itu tidak sesuai SOP pengawalan," ujar Syamsi.

4. Beli pesan seluruh kursi demi liburan

Nama Richard Muljadi kembali membuat kehebohan setelah mengunggah Instagram Story sedang berada di pesawat yang kosong.

Tak ada penumpang lain di pesawat itu, hanya ada Richard Muljadi dan istrinya.

Dalam keterangan yang ditulis Richard, ia rela melakukan itu karena takut tertular virus corona jika harus berada satu pesawat dengan banyak orang.

"We're super paranoid. Had to make sure no one else in this flight. We ain't flying unless its just us (Kami berdua sangat takut (corona) tidak ada penumpang lain dalam penerbangan ini hanya berdua),” jelas Richard dalam unggahan stories pertama Richard Muljadi.

Untuk mendapat penerbangan yang hanya diisi dua orang, Richard Muljadi harus memesan sebanyak mungkin kursi.

Ia mengatakan, biayanya lebih murah daripada menyewa private jet.

"After i'd book as many seats as possible it was still cheaper than chattering a PJ. Thats the trick fellas. #lifehacks," tulis Richard.

Sementara saat Kompas (grup SURYA.CO.ID) menghubungi pihak maskapai Lion Air, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan bahwa tidak ada yang melakukan carter pesawat, melainkan memesan seluruh kursi. 

“Informasi, bahwa itu penerbangan penumpang berjadwal (bukan charter) no ID-6502 rute Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Senin (4/ 1/2021),” kata Danang saat ditanya wartawan.

5. Pakai Kokain di Resto

Richard Muljadi juga sempat tertangkap basah sedang menghisap kokain oleh perwira polisi pengungkap sabu 1 ton, Kombes Pol Herry Heryawan.

Richard Muljadi ditangkap di sebuah restoran di kawasan SCBD, Rabu (22/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan Richard ini bermula dari kecurigaan Kombes Pol Herry Heryawan kebetulan sedang berada di lokasi yang sama.

Ia ketika itu sedang menunggu di toilet sebuah restoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada dini hari tadi.

Polisi yang lebih akrab disapa Herrimen itu melihat gelagat mencurigakan dari Richard.

Sebagai anggota polisi, naluri pengungkap 1 ton sabu ini pun langsung mengecek aktivitas Richard.

Hasilnya ternyata ada sisa kokain yang ditemukan dalam toilet tersebut.

Ia kemudian langsung mengamankan Richard saat itu dan meminta bantuan anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.