Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo, Jawa Timur mulai kembali ke rumah masing-masing untuk menjalani libur akhir semester yang berlangsung selama dua pekan, mulai 21 Juni hingga 5 Juli.
Wakil Kepala Kesiswaan SR Ponorogo, Venus Ihsa Mukhofi, Senin, mengatakan, selain menerima libur semester, para siswa juga memperoleh laporan hasil belajar yang diserahkan kepada orang tua.
Pada saat pengambilan rapor, sekolah turut menggelar kegiatan parenting bagi wali murid.
"Orang tua akan mendapatkan parenting saat pengambilan rapor. Kami menyampaikan perkembangan siswa selama di sekolah, mulai dari kebiasaan bangun pagi, salat berjamaah hingga kedisiplinan mereka," kata Venus.
Meski berada di rumah, para siswa tetap diberikan sejumlah tugas selama masa liburan.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo tetap dipantau selama libur sekolah
Sekolah telah menyiapkan jurnal kegiatan yang wajib diisi sebagai bentuk pemantauan aktivitas belajar maupun kegiatan sosial siswa di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurut Venus, langkah tersebut dilakukan agar siswa tetap produktif selama menjalani masa libur semester.
"Setiap siswa tetap memiliki tanggung jawab mengisi jurnal kegiatan selama liburan, sehingga waktu libur dapat dimanfaatkan secara positif," ujarnya.
Sebelum meninggalkan asrama, seluruh siswa juga diwajibkan membersihkan kamar dan ruang kelas masing-masing.
Khusus siswa laki-laki, sekolah meminta mereka merapikan rambut sebelum pulang ke rumah.
"Kami meminta siswa laki-laki untuk potong rambut agar tetap rapi saat kembali ke lingkungan keluarga," tambahnya.
Bagi para siswa, libur semester menjadi momen yang paling dinantikan karena dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah menjalani aktivitas belajar dan tinggal di asrama.
Salah satunya dirasakan oleh Gebyar Firdaus, siswa kelas X SMA asal Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Selama berada di asrama, komunikasi dengan keluarga lebih banyak dilakukan melalui panggilan video.
"Kalau pulang memang jarang. Biasanya hanya saat ada izin tertentu. Jadi senang sekali akhirnya bisa pulang dan bertemu keluarga," kata Gebyar.





