SURYA.CO.ID - Pasokan listrik sebagian besar wilayah Pulau Jawa dalam sepekan terakhir mengalami gangguan.
Warga di berbagai kota besar mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dengan durasi hingga berjam-jam.
Menanggapi kondisi ini, PT PLN (Persero) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kendala teknis yang sedang dihadapi.
Penyebab utama dari penurunan kualitas layanan ini adalah adanya gangguan teknis pada dua unit pembangkit listrik skala besar serta kendala operasional lainnya yang terjadi secara bersamaan.
Hal ini memicu penurunan kemampuan suplai energi di sistem kelistrikan Jawa.
Baca juga: Jadwal Lengkap Pemadaman Listrik Bergilir di Bojonegoro pada Senin 22 Juni 2026
Untuk menghindari kolapsnya sistem kelistrikan secara total, PLN terpaksa menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan daya atau manajemen beban.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan antara ketersediaan listrik dan permintaan pelanggan.
"Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Kompas.com.
Meski tidak merinci identitas pembangkit yang bermasalah, Gregorius menyatakan bahwa pemadaman ini hanya bersifat sementara.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," tambahnya.
Dampak dari pemadaman ini sangat dirasakan oleh sektor usaha kecil dan menengah.
Di Semarang, Jawa Tengah, sejumlah minimarket dilaporkan tidak bisa melayani transaksi karena mesin kasir mati total.
Konsumen pun terpaksa berbelanja dalam kondisi gelap menggunakan cahaya ponsel.
"Lumayan sering mati listrik minggu ini, sudah beberapa kali," keluh Asih, seorang kasir minimarket di Pleburan, Semarang.
Kondisi serupa terjadi di Jawa Barat. Di Bekasi, pemadaman bahkan sudah dimulai sejak pagi hari menyasar jalur padat seperti Perumnas 3, area industri Narogong, hingga fasilitas publik seperti RSUD Bantar Gebang.
Humas PLN UP3 Bekasi, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa pemadaman di wilayahnya merupakan imbas langsung dari defisit daya pada sisi pembangkit.
"Gangguan tersebut terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," jelas Rahmat.
Saat ini, PLN mengklaim tengah berupaya keras mempercepat proses perbaikan pada unit pembangkit yang terganggu.
Sembari menunggu perbaikan selesai, PLN memaksimalkan output dari pembangkit-pembangkit lain yang masih beroperasi normal.
Gregorius memastikan pihaknya terus melakukan pengaturan sistem agar pemadaman tidak berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.
"PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," tutup Gregorius.
Bagi pelanggan yang wilayahnya terdampak, PLN menghimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui aplikasi PLN Mobile, mengingat estimasi waktu pemulihan sangat bergantung pada kondisi teknis di lapangan.