Wapres JD Vance Ungkap Kesepakatan Timur Tengah Bukan Paksaan AS, Justru Diminta dari Negara Kawasan
Tegar Melani June 22, 2026 09:42 PM

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan bahwa kesepakatan yang tengah dibahas terkait kawasan Timur Tengah bukanlah bentuk pemaksaan dari Amerika Serikat kepada negara-negara di wilayah tersebut.

Ia menilai kesepakatan itu justru merupakan hasil dorongan dari negara-negara kawasan yang meminta keterlibatan Amerika Serikat dalam pembentukannya.

“Ini bukan kesepakatan yang diberlakukan Amerika Serikat di kawasan ini. Ini adalah kesepakatan yang wilayah tersebut telah mati-matian meminta Amerika Serikat untuk menempatkan di tempat,” ujar JD Vance.

Vance juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan sejumlah negara di Timur Tengah terus dilakukan, termasuk Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Lebanon.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak di kawasan tetap mendapatkan pembaruan terkait perkembangan situasi diplomatik yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, Vance menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah membangun fondasi perdamaian jangka panjang di kawasan, meski Amerika Serikat tetap memiliki opsi lain jika upaya tersebut tidak berhasil.

“Presiden telah menetapkan kita untuk melakukan, sekali lagi, meletakkan dasar, melihat apakah kita bisa mendapatkan perdamaian permanen. Jika kita tidak bisa, Presiden Amerika Serikat masih memiliki banyak pilihan untuk mencapai tujuan keamanan Amerika,” ujarnya.

Ia juga menanggapi sejumlah laporan yang dinilai tidak akurat terkait aset Iran yang dibekukan. Menurutnya, terdapat mekanisme khusus yang sedang dirancang agar dana tersebut dapat digunakan secara tepat.

Vance menjelaskan bahwa salah satu skema yang dibahas bertujuan memastikan aset Iran, jika dicairkan, dapat dialokasikan untuk kepentingan yang tidak mendukung aktivitas terorisme.

“Jika aset Iran pernah dicairkan, mereka akan memastikan uang itu tidak mendanai terorisme,” ujar JD Vance.

Ia juga menyebut adanya usulan kerja sama dengan Qatar yang melibatkan mekanisme pengawasan penggunaan dana tersebut, termasuk kemungkinan pemanfaatannya untuk pembelian komoditas pertanian dari Amerika Serikat.

Vance menegaskan bahwa skema tersebut diharapkan dapat memberi manfaat ganda, baik bagi masyarakat Iran maupun sektor pertanian Amerika Serikat, serta mendukung arsitektur keamanan di kawasan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.