TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh belasan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Brebes pada Senin (22/6/2026) sore nyaris berujung ricuh.
Massa demonstran sempat memblokade arus lalu lintas di Jalur Pantura dari arah timur menuju barat, serta terlibat ketegangan dengan aparat kepolisian saat melakukan aksi pembakaran ban bekas di tengah jalan.
Kericuhan hampir pecah ketika petugas kepolisian mencoba memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun dihalangi oleh barikade mahasiswa.
Situasi kian memanas setelah sejumlah oknum provokator dari luar kelompok mahasiswa melakukan aksi saling dorong dan adu mulut dengan massa aksi di area Alun-alun Brebes.
Ketegangan akhirnya mulai mereda dan api berhasil dipadamkan setelah tuntutan massa untuk menghadirkan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dipenuhi oleh pihak keamanan.
Teatrikal Sindiran untuk Program Makan Bergizi Gratis
Sebelum ketegangan meningkat, demo mahasiswa Brebes ini diawali dengan aksi teatrikal unik yang mengkritisi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam teatrikal tersebut, seorang mahasiswa dengan tangan terikat dan mata tertutup dipaksa menyantap nasi putih hingga kekenyangan lalu tertidur, sebagai simbol kritik atas kebijakan yang dinilai belum menyentuh substansi kebutuhan riil masyarakat bawah.
Koordinator aksi dari DPC GMNI Brebes, M. Yahdi Urfan, menegaskan bahwa kehadiran mereka membawa agenda evaluasi total terhadap kebijakan pusat maupun daerah. Sebanyak 10 poin tuntutan krusial langsung disampaikan dan didebatkan bersama Bupati serta sejumlah pejabat lintas sektoral di lokasi.
Baca juga: Sempat Diwarnai Walk Out, Perundingan AS-Iran Hasilkan Kemajuan Besar Akhiri Perang Lebanon
Baca juga: Demo Mahasiswa Tolak Program MBG Berlanjut di Semarang, Khawatir Orba Bangkit
"Kami membawa 10 poin tuntutan yang hari ini langsung didengarkan oleh Bupati Brebes dengan baik. Tapi, kita akan tetap melakukan pengawalan ketat terhadap apa yang sudah kita sampaikan dan disepakati bersama tadi," tegas Yahdi seusai ditemui di akhir aksi, Senin malam.
Sampaikan 10 Poin Tuntutan, Soroti Isu Lingkungan dan Program Unggulan
Aksi pengawalan ketat dari ratusan petugas gabungan TNI-Polri ini berlangsung hingga petang. Massa dari Aliansi Mahasiswa Brebes akhirnya sepakat membubarkan diri secara tertib tepat setelah adzan maghrib berkumandang.
Adapun 10 poin tuntutan yang diserahkan langsung kepada Bupati Brebes meliputi:
2. Evaluasi proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai mengabaikan etika lingkungan dan hak asasi manusia.
3. Pembatasan ketat penggunaan BBM subsidi Pertalite agar tepat sasaran dan merata.
4. Pengembalian supremasi sipil serta desakan mencabut UU TNI dan Polri yang baru disahkan.
Baca juga: Hubungan Retak, Pemerintahan Donald Trump Diam-Diam Jajaki Komunikasi Informal dengan Oposisi Israel
5. Meminta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kesalahan arah kebijakan pemerintah.
6. Penghentian pembangunan Batalyon Teritorial (BTP) dan pengalihan anggarannya untuk infrastruktur desa.
7. Mendesak mitigasi bencana lingkungan di daerah pesisir Brebes yang rawan banjir tahunan.
8. Segera menetapkan sistem pengolahan sampah terpadu di tingkat kabupaten.
9. Penghentian alih fungsi lahan lindung di kawasan hutan Gunung Slamet.
10. Evaluasi menyeluruh terhadap realisasi program unggulan pasangan kepala daerah Mitha–Wurja. (Pet)