Pasutri Korban Kebakaran di Gorontalo Nekat Terobos Api demi Dokumen dan Uang Desa, Berakhir Pilu
Fadri Kidjab June 22, 2026 10:44 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Demi menyelamatkan barang berharga, Endang Ali Popa (40) sempat nekat menerobos kobaran api yang membakar rumah mereka di Desa Bunggalo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6/2026) malam. 

Namun akibat kepanikan yang luar biasa, dokumen yang berhasil diraih Endang ternyata keliru, sementara sang suami juga gagal menyelamatkan uang titipan desa.

Alhasil, tidak ada satu pun harta benda milik keluarga Kepala Dusun I ini yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.

'Ternyata yang saya ambil itu bukan dokumen yang saya maksud. Jadi saya keluar rumah itu tidak ada yang saya bawa," ungkap Endang dengan mata berkaca-kaca saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (22/6/2026).

Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 20.30 Wita, tepat saat ibadah salat Isya sedang berlangsung. Suasana santai berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika anak pertama korban yang masih SD berteriak melihat adanya nyala api di bagian plafon dan atap seng.

Saat itu, Endang bersama dua anaknya sedang berkumpul di halaman depan rumah, sedangkan Sabrin sedang pergi ke luar.

Melihat api mulai menjalar, Endang memberanikan diri menerobos masuk ke dalam rumah yang mulai terkepung asap dan api. Berniat mengamankan dokumen-dokumen penting, rasa panik justru membuat tangan Endang salah meraih berkas.

Tak berselang lama, Sabrin yang dihubungi oleh warga via telepon langsung bergegas kembali ke rumah. 

Setibanya di lokasi, ia pun melakukan aksi serupa. Sabrin nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan uang Rp1,5 juta milik Desa Bunggalo yang diamanahkan kepadanya.

Namun, upaya tersebut gagal total akibat hawa panas dan kobaran api yang sudah terlanjur membesar.

"Saya sudah berusaha menyelamatkan barang berharga, tapi apa daya api terlalu besar. Saya cuma terpikir usaha istri saya," ujar Sabrin sembari termenung menatap puing-puing rumahnya.

Kendala Armada Damkar

KEBAKARAN RUMAH -- Puing-puing rumah yang terbakar di Desa Bunggalo, Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6/2026) malam. (TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)
KEBAKARAN RUMAH -- Puing-puing rumah yang terbakar di Desa Bunggalo, Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo, Minggu (21/6/2026) malam. (TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab) 

Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah Kadus di Gorontalo: Dokumen Penting Hangus hingga 4 Kucing Peliharaan Mati

Kepanikan sempat melanda warga sekitar karena tidak memiliki nomor telepon pemadam kebakaran. Di bawah komando Kepala Desa Bunggalo, masyarakat akhirnya bergerak cepat bergotong-royong menyiramkan air dengan alat seadanya.

Langkah darurat ini terbukti krusial. Beruntung cuaca malam itu tenang tanpa angin kencang, sehingga api berhasil dilokalisasi dan tidak merembet ke bangunan sekolah TK serta Kantor Desa yang letaknya sangat berdekatan.

Armada pemadam kebakaran dari tingkat kabupaten dan provinsi sebenarnya langsung dikerahkan ke lokasi. Namun, petugas mengalami keterlambatan di perjalanan akibat terkendala arus lalu lintas yang macet di wilayah Limboto serta adanya kepadatan kendaraan terkait kegiatan PENAS (Pekan Nasional).

Api akhirnya berhasil dipadamkan total, meski kondisi rumah dan seluruh isinya sudah ludes tidak tersisa. Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, garis polisi kini telah terpasang di sepanjang pintu masuk dan atap bagian depan tampak roboh.

Menurut Kepala Desa Bunggalo, musibah ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel yang memang dilaporkan sudah dalam kondisi terkelupas.

"Kerugian materiel akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp500 juta," ujar Kades.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Empat anggota keluarga korban berhasil selamat.

Namun, seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar, termasuk beberapa unit AC, kulkas, berkas-berkas, uang jutaan rupiah milik desa, handphone, pakaian, hingga buku sekolah anak. Tak hanya itu, empat ekor kucing peliharaan mereka turut mati terbakar.

Sabrin dan keluarga kecilnya kini terpaksa menginap di rumah kerabat terdekat. 

Pihak Pemerintah Desa mengonfirmasi bahwa bantuan awal dari Dinas Sosial Provinsi sudah disalurkan, dan kini sedang menyusun proposal bantuan lanjutan ke Dinas Sosial Kabupaten.

Di sisi lain, Endang memberikan catatan kritis dan kekecewaannya terhadap pihak PLN. Ia berharap PLN bisa lebih cepat dan tepat dalam merespon keluhan masyarakat, sebab insiden percikan api di lokasi tersebut diakui bukan pertama kalinya terjadi.

"Penangannya ada, tapi berulang. Kejadiannya berulang. Kalau penanganannya tepat, mungkin tidak akan berulang-ulang. Itu sudah lebih dari lima kali," tandas Endang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.