TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) dan berpikir komputasional kepada anak usia dini (PAUD).
Ketua Umum FKPI Trubus Rahardiansah menilai pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kreativitas, keberanian, dan kemampuan berinovasi anak.
"Sesungguhnya di sinilah nanti akan muncul anak-anak yang memiliki keberanian, prestasi, inovasi, dan kreativitas. Itu semuanya berasal dari PAUD ini, sehingga pendidikan PAUD menjadi sangat-sangat strategis," ujar Guru Besar Universitas Trisakti tersebut dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Hal tersebut dikatakan Trubus dalam diskusi Forum Kebijakan Publik Indonesia (FKPI) di Jakarta.
Trubus mengatakan perkembangan teknologi menuju era Society 5.0 membuat anak-anak perlu mulai dikenalkan dengan AI dan digitalisasi sejak dini.
Namun, pengenalan teknologi tersebut bukan untuk membuat anak bergantung pada perangkat digital, melainkan agar mereka memahami perubahan dunia yang akan dihadapi pada masa depan.
"Anak-anak PAUD harus tahu bahwa perkembangan ke depan Indonesia adalah berkembang melalui AI," tuturnya.
Meski demikian, Trubus menegaskan penguatan kapasitas guru harus menjadi prioritas utama.
Ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor PAUD, termasuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang hingga kini masih tergolong rendah.
Pakar pendidikan anak usia dini sekaligus Dosen PAUD Universitas Panca Sakti, Irma Yuliantina, mengungkapkan bahwa kualitas sumber daya manusia di sektor PAUD masih menjadi tantangan besar.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, guru yang memiliki kualifikasi S1 PAUD hanya sekitar 13 persen.
"Guru-guru kita yang S1 PAUD itu hanya 13 persen. Selebihnya sekitar 50 persen non-S1 dan non-PAUD, bahkan ada yang belum S1," kata Irma
Menurut Irma, kondisi tersebut berdampak pada kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran modern, termasuk konsep berpikir komputasional yang kini mulai diperkenalkan di lingkungan PAUD. Banyak guru yang masih kesulitan merancang aktivitas belajar yang mampu mendorong anak berpikir kritis dan kreatif.
Baca juga: SPMB Jakarta 2026 Jenjang PAUD untuk Anak Berusia 2–6 Tahun
Ia mencontohkan pengalaman pendampingan terhadap guru PAUD di Kudus. Menurutnya, pelatihan singkat tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.