Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Gayo Lues, Muhaimini, ST, MEcDev mengatakan, perubahan cuaca yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat.
Terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti daerah aliran sungai (DAS), lereng perbukitan, dan jalur transportasi yang kerap terdampak longsor.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan yang dilakukan BPBD, cuaca di wilayah Gayo Lues (Galus) pada pagi hingga sore hari, umumnya berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan.
Namun, saat memasuki malam hari, sering terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi meningkatkan debit sungai secara mendadak.
Muhaimini menjelaskan, bahwa salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah hujan yang terjadi di kawasan hulu sungai.
Baca juga: Jaisa Maulana, Korban Longsor Tambang Emas Ilegal di Sampoiniet Aceh Jaya Tinggalkan Dua Anak Balita
Meski masyarakat yang berada di hilir tidak merasakan hujan, peningkatan curah hujan di bagian hulu dapat menyebabkan naiknya debit air sungai dalam waktu singkat dan memicu banjir maupun luapan sungai.
“Sering kali hujan hanya terjadi di daerah hulu, sementara masyarakat di wilayah hilir tidak mengetahui kondisi tersebut,” urai dia.
“Akibatnya, kenaikan debit sungai terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan banjir yang dapat mengancam keselamatan warga,” ujar Muhaimini, Senin (22/6/2026).
Karena itu, BPBD meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai di sekitar tempat tinggal mereka.
Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa atau instansi terkait apabila melihat adanya peningkatan debit air yang berpotensi membahayakan permukiman maupun aktivitas masyarakat.
Selain ancaman banjir, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bepergian karena sejumlah ruas jalan di Gayo Lues masih memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.
Beberapa waktu terakhir, longsor kembali terjadi di jalur penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara.
Baca juga: Jalan Aceh Timur - Gayo Lues di Desa Nalon Terancam Putus Akibat Erosi Sungai
Selain itu, kawasan menuju Kecamatan Pining, Kecamatan Tripe Jaya, Kecamatan Babahrot, hingga ruas jalan menuju Banda Aceh juga masuk dalam kategori daerah rawan longsor.
Muhaimini menuturkan, kerentanan tersebut tidak terlepas dari dampak banjir besar yang melanda Gayo Lues pada akhir tahun 2025 lalu.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada vegetasi dan struktur tanah di sejumlah lereng perbukitan sehingga kondisi tanah menjadi lebih labil.
“Walaupun curah hujan tidak terlalu tinggi, longsor tetap bisa terjadi karena banyak lereng yang kehilangan penopang alami berupa pepohonan dan akar tanaman setelah diterjang banjir besar tahun lalu,” jelasnya.
Untuk mengurangi risiko selama perjalanan, BPBD menyarankan masyarakat memilih waktu bepergian pada pagi hari ketika kondisi cuaca relatif lebih stabil.
Pengendara juga diminta memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat serta menyiapkan perlengkapan darurat seperti jas hujan dan peralatan pendukung lainnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, kami mengimbau masyarakat agar selalu mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah,” pesan dia.
“Kewaspadaan dan persiapan yang baik merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mengurangi risiko bencana,” kata Muhaimini.
BPBD Gayo Lues memastikan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan wilayah rawan bencana.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda longsor, banjir, atau situasi darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Dengan cuaca yang masih fluktuatif, BPBD berharap seluruh masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Khususnya di kawasan rawan banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues.(*)