TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
Salah satunya dengan memberikan pendampingan dan pelatihan kemasan produk agar lebih kreatif, menarik, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kemasan produk Industri Kecil Menengah (IKM) bertajuk “Bikin Produk Makin Dilirik Lewat Kemasan yang Kreatif dan Menarik” yang digelar Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku industri kreatif yang memberikan materi tentang desain kemasan, branding produk, strategi pemasaran, hingga penguatan identitas usaha.
Baca juga: 129 Siswa Miftahul Huda Lulus, Ketua DPRD Pasuruan Tekankan Akhlak di Era Modern
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, kemasan produk saat ini memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik konsumen.
Menurutnya, kualitas produk yang baik harus didukung tampilan kemasan yang mampu menarik perhatian pasar.
“Sering kali orang membeli produk karena kemasannya menarik. Setelah itu baru mereka mengenal kualitas produknya. Karena itu kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penjualan,” kata Mas Rusdi, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan UMKM menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah, terutama di tengah perubahan pola industri yang semakin mengandalkan teknologi dan mesin.
Kabupaten Pasuruan yang memiliki sekitar 1.100 perusahaan besar dan menengah, lanjut dia, saat ini juga menghadapi tantangan berkurangnya kebutuhan tenaga kerja akibat pergeseran dari industri padat karya menuju padat modal.
“Banyak perusahaan sekarang menggunakan mesin untuk meningkatkan efisiensi. Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja berkurang. Karena itu kita harus memperbanyak pengusaha-pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Pasuruan memiliki banyak produk unggulan yang sebenarnya mampu bersaing dengan daerah lain.
Mulai dari kopi, kerupuk udang, terasi, minuman herbal, hingga aneka produk olahan pangan.
Namun, banyak produk lokal yang masih terkendala pada aspek kemasan, pemasaran, dan legalitas usaha sehingga belum mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Produknya enak, kualitasnya bagus, tetapi kemasannya masih perlu diperbaiki. Ini yang harus kita benahi bersama agar produk UMKM Pasuruan bisa tampil lebih percaya diri,” katanya.
Selain memberikan pelatihan, Pemkab Pasuruan juga terus memfasilitasi berbagai kebutuhan UMKM, mulai dari pengurusan perizinan, sertifikasi produk, promosi, hingga perluasan akses pemasaran.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM, termasuk rencana pembentukan BUMD Aneka Usaha yang nantinya dapat membantu memasarkan produk-produk unggulan Kabupaten Pasuruan.
Tidak hanya itu, Pemkab Pasuruan juga berencana memperbanyak pusat oleh-oleh dan etalase produk lokal di sejumlah lokasi strategis agar produk UMKM memiliki ruang yang lebih luas di daerahnya sendiri.
“Kami ingin produk Pasuruan menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Banyak produk kita yang kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain, tinggal bagaimana kemasan dan pemasarannya diperkuat,” tuturnya.
Baca juga: Jawab Fraksi DPRD, Pemkab Pasuruan Tegaskan Komitmen Jaga Akuntabilitas Keuangan
Mas Rusdi berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada aspek desain semata, melainkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dan meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga ditopang kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
“Kami hanya memfasilitasi. Yang menentukan keberhasilan adalah semangat dan ketekunan para pelaku usaha. Semoga dari kegiatan ini lahir pengusaha-pengusaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)