TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bupati nonaktif Pati, Sudewo, menyampaikan pesan singkat di hadapan para loyalis yang mengawal sidang lanjutan dirinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (22/6.2026).
Didampingi petugas keamanan, Sudewo menyempatkan diri menyapa para pendukung yang telah menunggu di luar ruang sidang.
Suasana berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Dalam kesempatan itu, Sudewo meminta mikrofon kepada para loyalis dan berterimakasih serta mengapresiasi dukungan yang diberikan para loyalis.
Ia juga meminta mereka tetap menjaga situasi tetap aman selama proses persidangan berlangsung.
"Saya meminta agar demo berjalan dengan situasi yang aman dan kondusif," ujar Sudewo kepada para pendukungnya.
Ia kemudian meminta doa agar dapat segera melewati proses hukum yang sedang dihadapinya, agar bebas dan kembali memimpin Pati.
"Saya berharap semuanya berdoa supaya saya segera lewat dari ujian ini, supaya saya segera bebas dari jeratan hukuman," katanya.
Sudewo juga menyinggung sejumlah program yang menurutnya perlu kembali dilanjutkan apabila persoalan hukum yang dihadapinya telah selesai.
Ia menyebut program beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, pembangunan infrastruktur jalan, serta berbagai program pembangunan lainnya sebagai hal yang ingin terus diwujudkan.
"Beasiswa untuk mahasiswa anak miskin, pembangunan infrastruktur jalan, dan lainnya bisa segera dilanjutkan," ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut sorakan dan tepuk tangan dari para loyalis yang sejak pagi menggelar aksi damai di depan Pengadilan Tipikor Semarang.
Seperti diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Sudewo kembali mendapat perhatian publik.
Para loyalis pendukung yang tergabung dalam Aksi Pati Bangkit dan Bolodewo hadir mengenakan pita Merah Putih sebagai bentuk dukungan moral kepada mantan Bupati Pati tersebut.
Selama aksi berlangsung, situasi di sekitar pengadilan tetap terpantau kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Aksi Husein
Sudewo pun akhirnya digiring masuk ke mobil tahanan perlahan.
Sebelum keluar dari Tipikor menggunakan mobil tahanan, seorang yang nampak akrab dengan masyarakat Pati memanjat pagar Tipikor.
Ia adalah Husein dengan rambut berkelir pirang dengan setelan ala jas dan kemeja.
Husein berteriak kencang sembari menujuk mobil tahanan.
"Pak Dewo, ini saya, Pak. Pak Dewo," teriak kencang Husein.
Suaranya serak dan bergetar di tengah riuhnya massa.
Seketika Husein menangis sembari berteriak ke gedung Tipikor.
"Bebaskan Pak Dewo, Pak Dewo harus bebas," katanya kancang.
Di tengah situasi tersebut, beberapa massa meneriaki Husein agar turun.
Ia menurut dan turun dari pagar Pengadilan Tipikor diiiringi kepergian mobil tahanan yang ditumpangi Sudewo. (Rezanda Akbar D/Reza Gustav/Budi Susanto)