Sepak bola internasional menjadi sorotan utama selama turnamen, namun klub-klub tetap memantau dengan cermat jalannya kompetisi di Amerika Utara.
Liga Primer Inggris memiliki lebih banyak pemain yang tampil di Piala Dunia kali ini dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Dari total 20 klub di kasta tertinggi musim 2025/26, ditambah tiga tim promosi baru — Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City — terdapat 182 pemain yang mewakili negaranya masing-masing di Amerika Utara.
Namun, kebanggaan bukan satu-satunya alasan klub-klub Liga Primer menaruh perhatian pada para bintang mereka di Piala Dunia, karena ada juga keuntungan finansial yang bisa mereka peroleh.
Sejak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, FIFA telah memberikan kompensasi kepada klub atas keikutsertaan pemain mereka di turnamen tersebut melalui Program Manfaat Klub FIFA (FIFA Club Benefits Programme).
Dana tersebut berasal dari pendapatan yang dihasilkan oleh Piala Dunia, dengan badan sepak bola dunia itu berkomitmen membayar total sebesar $355 juta (sekitar £267 juta) kepada klub-klub di seluruh dunia untuk edisi musim panas ini, naik dari $209 juta (£157 juta) pada Piala Dunia Qatar 2022.
Jumlah ini melonjak karena untuk pertama kalinya FIFA juga memberikan kompensasi kepada klub atas keterlibatan pemain mereka dalam laga kualifikasi, yang mencakup $100 juta dari total dana tersebut.
Selain itu, ini juga merupakan pertama kalinya Piala Dunia diikuti oleh 48 tim, meningkat dari 32 tim sebelumnya, yang berarti lebih banyak pertandingan dan durasi turnamen yang lebih panjang.
Pembayaran dihitung berdasarkan sistem “per pemain, per hari”, yang membagi total dana yang dialokasikan dengan jumlah hari yang dihabiskan para pemain di Piala Dunia. Semua pemain diperlakukan sama, sehingga pemain yang selalu tampil penuh 90 menit di setiap laga akan menghasilkan jumlah kompensasi yang sama dengan rekan setimnya yang tidak turun bermain sama sekali.
Untuk turnamen 2026, klub akan menerima $5.000 (£3.730) untuk setiap hari pemain mereka berada di Piala Dunia, mulai 25 Mei — tanggal resmi pelepasan pemain ke tim nasional menurut FIFA — hingga sehari setelah laga terakhir negara mereka.
Artinya, pemain yang negaranya mencapai final pada 19 Juli akan memberi klubnya pendapatan sebesar $285.000 (£214.000), karena mereka akan absen selama 57 hari. Jumlah tersebut akan bertambah jika memperhitungkan laga kualifikasi, di mana klub memperoleh $2.362 (£1.779) per hari.
Oleh karena itu, klub seperti Manchester City — yang memiliki 19 pemain di putaran final, banyak di antaranya diprediksi mencapai babak akhir — berpotensi meraup jutaan dolar dari Piala Dunia kali ini.
City menjadi klub dengan penerimaan tertinggi dari Piala Dunia 2022 dibandingkan klub lain di dunia, memperoleh hampir $4,6 juta (£3,4 juta) berkat partisipasi para pemainnya di Qatar. Mereka sedikit unggul dibandingkan Barcelona ($4,5 juta), sedangkan Manchester United ($3,3 juta) dan Chelsea ($3,2 juta) menempati posisi teratas berikutnya di antara klub Liga Primer.
Secara keseluruhan, klub-klub Inggris menerima total $37,7 juta (£28,4 juta) dari Piala Dunia Qatar, dengan FIFA menyalurkan pembayaran tersebut setelah turnamen melalui asosiasi anggota, dalam hal ini FA.
Dengan meningkatnya jumlah dana kompensasi dan banyaknya pemain Liga Primer yang tampil di Piala Dunia musim panas ini, klub-klub Inggris dapat mengharapkan pemasukan yang lebih besar lagi dalam waktu dekat.