Jamaah Risiko Tinggi Jadi Prioritas Pendampingan Petugas Haji Indonesia di Makkah
Sakinah Sudin June 23, 2026 08:20 AM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Jamaah haji kategori risiko tinggi (risti) menjadi prioritas pendampingan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi selama operasional haji 2026.

Petugas Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Rika Novianti, mengatakan, tim Landis secara rutin melakukan kunjungan dan pemantauan terhadap jamaah yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari atau Activity Daily Living (ADL).

"Sebagai tim Landis, kami memberikan pelayanan berupa visiting dan monitoring kepada jamaah kategori risiko tinggi yang membutuhkan bantuan aktivitas sehari-hari," kata Rika saat ditemui Tim Media Center Haji di Makkah, Kamis (18/6/2026).

"Seperti makan dan minum, pemberian obat rutin, menjaga kebersihan diri, membantu mandi, hingga menemani mereka," jelasnya.

Rika yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menjelaskan, kunjungan dilakukan setiap hari ke hotel-hotel tempat jamaah menginap.

Dalam menjalankan tugasnya, tim Landis berkoordinasi dengan ketua kloter dan tenaga kesehatan kloter untuk memantau perkembangan kondisi jamaah.

Selain melakukan pendampingan harian, tim Landis juga terlibat dalam program Safari Wukuf Lansia (SWL). 

Program ini diperuntukkan bagi jamaah risiko tinggi yang tidak memungkinkan mengikuti seluruh rangkaian puncak ibadah haji secara mandiri.

"Jamaah yang mengikuti Safari Wukuf Lansia tetap kami dampingi untuk melaksanakan wukuf di Arafah menggunakan bus," kata Rika.

Setelah itu, lontar jumrah dan tawaf ifadlah dibadalkan sehingga mereka tetap dapat menyempurnakan ibadah hajinya," jelasnya.

Selama bertugas, Rika mengaku menemukan banyak kisah inspiratif.

Salah satunya datang dari Suhada (84), jamaah asal Kloter SOC 69 yang mengalami demensia. 

Meski sering lupa sedang berada di Makkah, semangat ibadahnya tidak pernah surut.

"Ia selalu berdzikir tanpa henti. Setiap bangun tidur yang pertama ditanyakan adalah apakah sudah masuk waktu salat atau belum," ujar Rika.

Kata Rika, layanan bagi jamaah lansia dan disabilitas perlu terus diperkuat, termasuk sejak sebelum keberangkatan dari Tanah Air. 

Ia berharap pemeriksaan istithaah kesehatan dapat dilakukan lebih ketat agar jamaah yang berangkat benar-benar siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Sementara itu, Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada jamaah Haji (PKP2JH) PPIH Arab Saudi Cipto Fidianto mengatakan, timnya menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai kondisi darurat yang dialami jamaah.

"Sebagai bagian dari PKP2JH, kami bertugas melakukan pemantauan, pertolongan pertama, stabilisasi awal, koordinasi evakuasi, hingga memastikan jamaah mendapatkan layanan kesehatan lanjutan bila diperlukan," ujar Cipto di Makkah, Jumat (19/6/2026).

Perawat RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung tersebut menjelaskan, tim PKP2JH setiap hari melakukan patroli di berbagai titik konsentrasi jamaah.

Fokus pemantauan diberikan kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Menurut Cipto, kasus yang paling sering ditemukan adalah kelelahan berat, dehidrasi, heat exhaustion, sesak napas, penurunan kesadaran, hingga kesulitan mobilisasi pada jamaah lanjut usia.

Tim juga kerap membantu jamaah yang terpisah dari rombongan akibat kelelahan atau kebingungan orientasi.

Ia menegaskan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam penanganan darurat.

Petugas harus segera melakukan asesmen, memberikan pertolongan pertama, menstabilkan kondisi pasien, dan mengoordinasikan evakuasi ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

"Tantangan terbesar adalah tingginya mobilitas dan kepadatan jamaah saat fase puncak haji, khususnya di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Cipto.

"Namun kami terus memperkuat koordinasi dan patroli aktif agar bantuan dapat diberikan secepat mungkin," imbunya.

Selain penanganan di lapangan, PKP2JH juga gencar mengedukasi jamaah.

Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga hidrasi, mengatur aktivitas fisik, serta mengenali risiko kesehatan selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas Arab Saudi. (hasim arfah/mch 2026)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.