‘Mengelola Ego’ - Gareth Bale Jelaskan Tugas Jose Mourinho di Real Madrid Saat Sang Pelatih Mewarisi Skuad ‘Galacticos’ yang Dihuni Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan Jude Bellingham
Agus Firmansyah June 23, 2026 06:58 AM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


‘Mengelola ego’ - Gareth Bale menjelaskan tugas utama Jose Mourinho di Real Madrid ketika pelatih berjuluk ‘The Special One’ itu mewarisi skuad bertabur bintang yang berisi Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham.


Gareth Bale menyatakan bahwa tugas utama Jose Mourinho setelah kembali ke Real Madrid adalah untuk “mengelola ego” di ruang ganti yang dipenuhi para pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. Legenda asal Wales tersebut meyakini bahwa di klub sebesar Madrid, aspek taktik sering kali menjadi hal sekunder dibanding kemampuan psikologis untuk menjaga harmoni dalam tim yang berstatus “Galacticos”.


Tantangan dari para Galacticos


Setelah melalui masa penuh ketegangan internal di klub, kini perhatian tertuju pada kemampuan Mourinho untuk menemukan keseimbangan yang tepat di dalam skuad yang sarat dengan kualitas individu luar biasa.


Dalam wawancaranya dengan The Athletic mengenai tantangan yang dihadapi Mourinho, Bale menyoroti pentingnya kepemimpinan berpengalaman di lingkungan dengan tekanan tinggi seperti Real Madrid. Bale mengatakan: “Di klub besar seperti Madrid, kamu sebenarnya tidak perlu terlalu banyak melatih. Yang harus kamu lakukan adalah mengelola ego. Itulah sebabnya dia selalu sukses di klub-klub besar.”


Perang psikologis ala Mourinho


Mourinho, yang sebelumnya pernah melatih Bale saat masa keduanya di Tottenham Hotspur, dikenal memiliki gaya yang lebih konfrontatif dibandingkan pendahulunya di Madrid, Alvaro Arbeloa. Namun, Bale menegaskan bahwa pendekatan pelatih asal Portugal itu selalu diperhitungkan dengan cermat untuk memaksimalkan performa para pemainnya, terlepas dari bagaimana publik menilainya.


Bale menjelaskan pendekatan “The Special One” dengan mengatakan: “Dia punya pengalaman itu. Dia hanya memancing untuk mendapatkan yang terbaik darimu. Dia akan mencoba memahami setiap pemain dan mencari cara apapun untuk membuat mereka termotivasi. Terkadang itu bisa berupa sindiran di media, terkadang hanya dengan merangkul mereka. Jose sudah pernah berada di Madrid, dia paham dinamika di sana dan tahu bagaimana semuanya bekerja. Dia pasti tengah menyusun rencana agar semuanya berjalan dengan baik.”


Evolusi ‘Permainan Catur’


Berbicara tentang perkembangan sepak bola modern, Bale menyampaikan kekhawatirannya bahwa permainan kini semakin kaku. Ia merasa kebebasan individu yang dulu membantunya bersinar di Tottenham dan Madrid kini mulai hilang karena pelatih lebih menekankan sistem taktik yang ketat, membuat permainan terasa lebih seperti kerja keras daripada tontonan yang menghibur.


“Terutama dalam lima tahun terakhir, peran manajer menjadi lebih dominan dan pendekatannya jauh lebih taktis,” ujar Bale. “Sepak bola sekarang bukan lagi permainan yang berjalan dari ujung ke ujung. Lebih mirip permainan catur daripada basket, dan itu tidak seasyik dulu... kamu tidak banyak melihat (dribel), dan para pemain jarang melakukannya. Mungkin karena para manajer tidak mengizinkan, tapi masih ada beberapa pemain yang bisa membuatmu berdiri dari kursi, seperti Mbappe, Lamine Yamal, dan Vinicius Jr. Namun jumlahnya tidak banyak, mungkin karena mereka tidak diberi kebebasan untuk itu.”


Kehidupan setelah peluit akhir


Sejak pensiun di usia 33 tahun, Bale beralih ke dunia investasi olahraga. Berkolaborasi dengan Juggernaut Capital Partners, ia berencana meluncurkan dana investasi senilai 500 juta dolar AS dengan fokus khusus pada “era keemasan” olahraga wanita, dengan tujuan menciptakan kesetaraan kesempatan bagi generasi atlet berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.